Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Awas Petir dan Angin Kencang! BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas Ekstrem dan Hujan Mendadak di Jember

M Adhi Surya • Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:55 WIB
WASPADA: Udara panas ini berubah menjadi pemicu awan cumulonimbus yang memunculkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.
WASPADA: Udara panas ini berubah menjadi pemicu awan cumulonimbus yang memunculkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.

 

Radar Jember – Cuaca di wilayah Jember dalam beberapa hari terakhir terasa tak menentu.

Siang hari panas terik hingga membuat gerah, sementara sore hingga malam turun hujan deras disertai petir dan angin kencang.

Fenomena ini menandai masa peralihan dari kemarau ke musim hujan, yang diperkirakan berlangsung hingga awal November.

Prakirawan Pos Meteorologi Bandara Notohadinegoro, BMKG Banyuwangi, Hukama Nur Akmal, menjelaskan bahwa kondisi panas di siang hari disebabkan oleh fenomena gerak semu matahari yang kini berada di sekitar garis khatulistiwa.

“Sinar matahari jatuh lebih tegak lurus di wilayah Indonesia, termasuk Jember. Itulah mengapa udara terasa lebih panas dan pengap,” ujarnya, kemarin (27/10).

Rata-rata suhu udara di Jember pada Oktober tercatat 27 derajat Celsius, naik dua derajat dibanding bulan sebelumnya.

Kenaikan kecil ini cukup signifikan karena bertahan sepanjang hari, membuat malam pun terasa gerah.

Selain itu, angin muson timuran dari Australia membawa udara kering dan panas yang menahan pembentukan awan.

Namun, ketika kelembapan meningkat pada sore hari, udara panas ini berubah menjadi pemicu awan cumulonimbus yang memunculkan hujan deras disertai petir dan angin kencang.

“Cuaca di siang hari bisa sangat panas, tetapi menjelang sore bisa tiba-tiba hujan lebat bahkan disertai petir. Ini khas masa pancaroba,” jelas Hukama.

Pihaknya, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap sambaran petir dan angin kencang, terutama pada sore hari.

“Tanda-tandanya bisa dilihat dari awan gelap menggumpal tinggi dan terdengar suara guntur dari kejauhan,” kata Hukama

Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara Jember berkisar 19–32 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 70–99 persen.

Angin dominan bertiup dari barat ke timur dengan kecepatan hingga 28 kilometer per jam, memengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah tengah dan utara seperti Patrang, Kaliwates, dan Sumbersari.

Sementara di wilayah selatan seperti Ambulu dan Puger, cuaca cenderung berawan dengan potensi hujan ringan menjelang malam.

Di perairan pesisir Jember, gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sehingga nelayan diminta lebih berhati-hati. (dhi/yul/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #awan cumulonimbus #Bandara Notohadinegoro #BMKG Banyuwangi #angin muson