Radar Jember - Usianya boleh kecil, tapi tidak dengan cita-citanya. Inilah yang melekat pada sosok Neva Dwi, atlet panahan berbakat Jember setelah menyabet medali di ajang Porprov Jatim 2025 lalu.
Di balik busur dan anak panahnya, ada sebuah menjadi dorongan terkuat dan membuatnya tak pernah menyerah untuk mengukir prestasi. Inilah yang sedang dirintis oleh Neva Dwi.
Dunia panahan Jember kembali menelurkan talenta menjanjikan lewat lesatan anak panahnya.
Remaja perempuan bernama lengkap Nevalia Dwi Prabansari Agira Putri, ini menjadi salah satu aktornya.
Usianya baru beranjak 13 tahun, ia baru-baru ini sukses menyabet gelar juara dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2025.
Neva meraih medali di kategori Mix Team, bersama kawannya, Musthafa, yang juga atlet panahan Jember seusianya.
Siapa sangka, olahraga yang awal digelutinya karena iseng ini, kini benar-benar dapat mengharumkan Jember di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
"Iya, dapat apresiasi dari Bupati Jember Gus Fawait, uang pembinaan 75 juta rupiah, bareng Musthafa," aku siswi kelas 8 MTSN 1 Jember ini, saat ditemui seusai menerima apresiasi bonus dari Pemkab Jember saat itu, (21/10).
Neva, begitu ia akrab disapa. Merupakan remaja putri yang lahir pada tahun 2011.
Ia mengisahkan perjalanannya di dunia panahan yang telah ia tekuni selama hampir empat tahun.
Meski telah mengikuti beberapa kompetisi, gelar juara di Porprov kali ini diakui Neva sebagai kemenangan terbesar di level kejuaraan besar.
"Juara di Porprov ini, kalau event besar, baru pertama kali," kata Neva, yang juga pernah meraih juara di kompetisi seperti Danpomar dan Situbondo Open Dandim Cup hingga Lumajang Indoor.
Jadwal latihan Neva terbilang padat dan disiplin. Ia harus menyeimbangkan aktivitas di sekolahnya hingga pukul 14.00 WIB, sebelum langsung melanjutkan latihan panahan.
"Kalau sekolah sampai jam 2, terus dilanjut latihan sampai jam setengah 5," jelas dia.
Selama menjalani beragam sesi latihan, tantangan terberatnya selama ini adalah menjaga fisik, di balik tubuh mungilnya.
Namun, tekadnya untuk terus menjadi yang terbaik memiliki sumber motivasi yang jelas dan kuat.
Ketika ditanya siapa yang menjadi penyemangatnya, Neva dengan tegas menjawabnya yaitu orang tuanya.
"Ingin membanggakan mereka (orang tuanya, Red)," aku gadis berjilbab ini.
Neva, yang bertempat tinggal di Kelurahan Tegal Besar, ini mengaku awalnya tertarik pada panahan hanya karena olahraga ini kelihatannya seru.
Kesenangan itu muncul dari sisi sosial, menambah banyak teman dan kenalan, hingga dinilai bisa melatih fokus atau konsentrasi.
Namun kini, keisengan itu telah berubah menjadi ambisi besar.
Setelah memenangkan medali Porprov, Neva menetapkan target yang jauh lebih tinggi.
Ia ingin seperti atlet panahan idolanya yakni Diananda Choirunisa, atlet panahan recurve wanita asal Indonesia, yang dikenal dengan prestasinya di berbagai kompetisi internasional dan tercatat beberapa kali telah mewakili Indonesia sejak 2013 lalu.
"Ingin jadi atlet internasional di bidang panahan juga. Kayak kak Diananda, dia keren banget," katanya, dengan lugu.
Neva kini bertekad akan terus berlatih keras dan konsisten, bahkan hingga menempuh jenjang kuliah, demi mencapai target utamanya, menembus kompetisi sekelas Asian Games dan mengharumkan nama bangsa di kancah panahan global.
"Targetnya, semoga bisa bisa dimudahkan kedepannya," harapnya, dengan polos. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh