KEPATIHAN, Radar Jember - Di era serba digital, petani kini tak hanya dituntut mahir mengolah tanah, tapi juga piawai mengolah konten.
Kesadaran itu menjadi latar digelarnya Kick Off Lomba Konten Kreatif CBA Mitra Petani Jember 2025 yang berlangsung di Cafe Tebing Botani, Sukorambi, kemarin (26/7).
Ajang yang diinisiasi PT Centa Brasindo Abadi (CBA) bersama Jawa Pos TV dan Jawa Pos Radar Jember ini mengajak petani serta masyarakat umum untuk menampilkan wajah pertanian yang modern dan inspiratif lewat media sosial.
Perwakilan PT CBA, Budi Setiawan, menuturkan, pada acara Kickoff Lomba video tersebut, CBA mengadakan sesi talk show yang membahas pertanian berkelanjutan hingga workshop yang mengupas teknik pembuatan konten.
Dia turut menjelaskan, ada dua kategori lomba yakni kategori petani dan umum.
Untuk kategori umum, konten kreator diharuskan berkolaborasi dengan petani setempat.
Selain itu video yang dilombakan wajib menampilkan produk CBA, produk yang bisa ditampilkan antara lain Prima Up, Primaxone, Kuraterbang, Basis, CBA-6, Sprayer Electric CBA serta produk lainnya.
Dengan total hadiah mencapai Rp 10 juta.
“Melalui lomba ini, kami ingin menunjukkan bahwa bertani bisa tampil keren dan menarik di dunia digital,” ujarnya.
Pada sesi workshop, narasumber Didik Suharijadi, menyampaikan pentingnya kepercayaan diri dalam membuat konten.
Menurutnya, petani layak tampil di skala global karena dunia kini membutuhkan konten pertanian yang autentik dan menginspirasi.
“Pesona seseorang akan hilang kalau tidak percaya diri. Bahkan jika memakai bahasa daerah, itu justru jadi keunikan tersendiri. Orang menonton karena kamu unik,” tuturnya.
Didik yang juga merupakan dosen di Program Studi Televisi dan Film Unej menekankan pentingnya mengelola elemen audio visual secara efektif.
Ia menjelaskan bahwa suara memiliki daya pengaruh paling kuat dalam konten pendek, disusul visual sebagai pelengkap, sedangkan teks digunakan untuk menjangkau penonton yang tidak bisa mendengar.
“Antara suara dan gambar harus saling melengkapi. Kalau memegang air minum, tak perlu bilang ‘ini air minum’, cukup tampilkan. Visual berbicara, audio memperkuat,” jelasnya.
Melalui ajang ini, PT CBA berharap para petani dan masyarakat semakin percaya diri menampilkan kreativitasnya di ranah digital.
Pertanian kini bukan hanya soal hasil panen, tapi juga tentang bagaimana menyebarkan semangat dan pengetahuan melalui konten yang cerdas, positif, dan berdampak. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh