Radar Jember - Saran untuk mengganti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan uang tunai, sempat mengemuka dan muncul dari beberapa orang tua dan kelompok masyarakat.
Seruan itu muncul setelah kasus keracunan program MBG ini terjadi di berbagai daerah.
Mereka beralasan ingin mengelola makanan anak sendiri dan ada pula yang menyoroti kurangnya transparansi.
Baca Juga: Demi Sukseskan Program Prabowo, Bupati Fawait Bentuk Satgas MBG dan Ajak Warga Ikut Awas
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai sedikit berbeda terhadap salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, ini.
Ia kurang sependapat dengan saran dari sebagian kalangan yang mengusulkan agar dana program tersebut lebih baik disalurkan dalam bentuk uang tunai langsung kepada wali murid atau orang tua siswa.
Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran bahwa uang tunai tidak akan tepat sasaran dan justru digunakan untuk keperluan di luar tujuan program.
"Ada yang bilang, kok ga dikasih uangnya saja, ga usah repot-repot dikasih makan. Hemm, kata saya. Dikasih uangnya, sebulan dikasi Rp2 juta, dikirim ke orang tuanya, bisa habis? Ya begitulah," urai dia, saat berbicara di depan masyarakat, saat rangkaian Program Guse Menyapa, di Puger, Jember (18/10).
"Maka presiden tidak mau melihat itu, harus memastikan gizinya. Bahkan dapur MBG ini, juga ada ahli gizinya. Kalau kata saya, pokok nasi sama krupuk yang bikin kenyang itu ya bergizi, tapi ternyata semua ada ilmunya, ada ahlinya, ini tempenya sekian, tahunya sekian, sayurnya sekian," jelas dia.
Baca Juga: Keracunan MBG Terus Berulang, Anggota DPR: Audit Total, Belajarlah dari Jepang dan Tiongkok
Dalam paparannya, Gus Fawait, sapaan dia, menekankan pentingnya menjamin bahwa bantuan dari program ini benar-benar digunakan untuk meningkatkan gizi anak-anak, sesuai dengan tujuan utama program MBG.
"Presiden Prabowo sangat memikirkan bagaimana mencetak generasi muda itu, menjadi generasi yang berkualitas, itu bukan cuma jiwanya tapi juga badannya. Maka diperhatikan sampai urusan makan, gizinya, dan sebagainya," beber Gus Fawait.
Lebih lanjut ia menilai Gus Fawait, penyaluran dalam bentuk makanan siap saji yang bergizi adalah cara paling efektif untuk memastikan anak-anak menerima asupan nutrisi yang dibutuhkan.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan sehat.
"Kalau dikata MBG ini banyak keracunan. Buk, pak, program MBG ini se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Kalau ada salah-salahnya dikit, wajar. Kalau ada kurang-kurangnga dikit, wajar," urai dia.
Baca Juga: Kasus Keracunan Massal Makan Bergizi Gratis Kian Marak, BGN Tuding Banyak SPPG Tak Patuhi SOP
Gus Fawait menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi program MBG yang disalurkan dalam bentuk makanan, bukan dalam rupa uang tunai.
Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menekan risiko penyalahgunaan dana dan menjamin program berjalan tepat sasaran, demi masa depan anak-anak Indonesia, termasuk anak-anak di Jember.
"Ini juga sedang ngebut, pembangunan dapur dapur MBG, semua anak-anak Jember akan diberi makan. Mudah-mudahan program ini berhasil, Pak Prabowo kita doakan terus diberikan kesehatan, dan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik," pungkas Politisi Partai Gerindra ini.
Baca Juga: Di Tengah Isu Keracunan, Bupati Fawait Jamin MBG di Jember Aman dan Menyehatkan
Sebagai informasi, pemerintah telah menyatakan menolak penggantian MBG dengan uang tunai ini.
Pemerintah berkeyakinan, skema yang ada saat ini dianggap yang terbaik, meskipun ada catatan masalah yang akan terus diperbaiki.
Pemerintah juga menegaskan tujuan lain program MBG adalah membangun rantai pasok pangan lokal dan ekosistem ekonomi.
Editor : M. Ainul Budi