Radar Jember – Sejarah perjalanan Kabupaten Jember, menunjukkan beberapa kali terjadi banjir.
Nah, Rabu (22/10) lalu, hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Sumberbaru.
Akibatnya, ruas jalan provinsi di Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru banjir. Ini membuat banyak kendaraan mogok.
Hujan disertai angin kencang itu juga banyak banner terbang dan payung milik sejumlah pedagang di depan Puskesmas Sumberbaru roboh.
Selain itu, asbes atap tempat parkir mobil di Polsek Sumberbaru ikut terbang.
Genting rumah dinas kapolsek yang tidak jauh dari tempat parkir bahkan ikutterbawa angin kencang. Beberapa pohon kecil pun ikut roboh.
Sementara, untuk banjir jalan Provinsi jurusan Tanggul dengan Lumajang, depan pasar Batu Urip, Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, membuat banyak kendaraan mogok.
Ketinggian air yang menggenangi jalan provinsi sempat membuat antrean kendaraan roda dua atau lebih mengular.
Di jalan aspal yang lebih rendah oleh warga dipasang dipan di tengah jalan.
Ini agar pengendara tidak terjerembap karena kondisinya cukup dalam.
Namun, sejumlah pengendara tetap nekat menerobos dan harus berhenti di tengah-tengah genangan air yang cukup dalam.
Di lokasi, banyak kendaraan yang mogok. Seperti sepeda motor Matic dan sepeda motor dengan muatan berat.
Apalagi pengendara tidak ada yang sabar menunggu banjir surut. Alhasil, banyak kendaraan mogok dari dua arah.
Kondisi jalan di depan pasar dan di depan Masjid Baitur Rohman cukup rendah. Bahkan, air sampai naik ke halaman parkir masjid.
Sejumlah pengendara mobil pribadi yang memaksa lewat memacu kendaraan lebih cepat karena takut mesinnya mati.
Sementara pedagang di sekitar pasar juga kebanjiran, terutama penjual buah.
Air mengalir deras dari arah pasar hingga meluber ke jalan raya.
Nur Iman, 50, warga Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru mengaku kalau itu banjir musiman.
Setiap hujan deras dan lama depan pasar pasti banjir.
“Padahal jalan itu merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Jember dengan Lumajang,” katanya.
Selain itu banyak saluran yang tersumbat, sehingga ketika hujan deras air meluber ke jalan raya.
Padahal jalan yang sering terjadi banjir itu tidak jauh dari sungai besar.
Seharusnya kana da solusinya untuk dialirkan ke sungai besar.
Sehingga kalau sudah terjadi genangan air hujan, pengendara yang dirugikan karena genangan cukup dalam.
Muhammad Sahrul, 32, pengendara asal Bangsalsari mengaku sering terjebak di depan pasar kalau hujan deras dan lama.
"Apalagi jalan aspalnya lebih rendah dan saluran juga tidak muat ketika hujannya deras. Saya gak berani menerobos karena pernah mogok ditengah pas jalan juga banjir dan lebih baik balik kanan cari jalan alternatif," ujarnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, bukan hanya pengendara roda dua yang memutar balik arah, kendaraan roda empat juga memiliki putar balik.
Pengendara yang dari arah Lumajang memutar balik lewat sekitar Polsek dan ke arah Jalan Nasional.
Demikian juga kendaraan yang dari arah jember, lewat jalan alternatif agar tidak terjebak macet. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh