Radar Jember - Suasana berbeda terlihat di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Sejak 20 Oktober, seluruh mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan kompak mengenakan sarung saat menjalankan aktivitas perkuliahan di kampus.
Tradisi ini bukan hal baru di UIN KHAS Jember.
Setiap tahun, menjelang Hari Santri Nasional, kampus ini memang menerapkan aturan tak tertulis untuk mengenakan sarung selama sepekan penuh, bahkan hingga akhir bulan Oktober.
Tujuannya, menumbuhkan kembali semangat kesantrian di lingkungan akademik yang modern.
Pemandangan unik terlihat di berbagai fakultas.
Para mahasiswa datang ke kelas dengan sarung berwarna-warni, sementara dosen pun mengajar dengan gaya santai ala santri intelektual.
Meski terkesan sederhana, suasananya justru menimbulkan rasa kebersamaan dan nostalgia akan kehidupan di pesantren.
Zainal Abidin, mahasiswa semester satu Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), mengaku senang dengan tradisi tersebut.
“Rasanya seperti flashback ke dunia pesantren. Nggak merasa terganggu sama sekali, malah nyaman. Saya lihat tadi semua bersarung, mulai dari mahasiswa, dosen, sampai staf,” ujarnya.
Menurut Zainal, kegiatan seperti ini bisa menjadi pengingat bahwa identitas santri tak hanya milik mereka yang masih di pondok pesantren, tetapi juga bagian dari kehidupan akademik.
“Meski sudah kuliah, semangat santri tetap harus dijaga. Sarung ini jadi simbol kebanggaan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember, Prof Dr Hepni menjelaskan, bahwa tradisi bersarung setiap Hari Santri merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri terdahulu.
“Ini semata-mata untuk mengingatkan kita semua bahwa UIN KHAS Jember lahir dari semangat pesantren,” tuturnya.
Hepni menambahkan, nilai-nilai kesederhanaan, kemandirian, dan keikhlasan yang diajarkan di pesantren harus terus hidup di lingkungan perguruan tinggi.
“Kita ingin mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.
Tradisi bersarung di kampus ini telah menjadi ciri khas UIN KHAS Jember setiap bulan Oktober.
Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Santri, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa semangat santri tidak lekang oleh waktu, bahkan di tengah dunia akademik yang semakin modern. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh