Radar Jember - Persiapan pembukaan dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan sekolah dan Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) Pakusari, Jember, terus dimatangkan.
Dapur seluas 20x20 meter yang berada di dalam kompleks pendidikan itu akan melayani kebutuhan gizi harian bagi ribuan siswa mulai jenjang TK hingga SMK.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk 2.945 siswa.
Kepala Dapur SPPG IBU Irdiansyah Firky Prasetyo mengatakan seluruh tahapan persiapan telah mencapai sekitar 80 persen.
Pihaknya memastikan segala kelengkapan dan peralatan dapur telah disesuaikan dengan petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami sudah menyiapkan keseluruhan, termasuk pengecekan peralatan sesuai juknis BGN. Saat ini proses berkas administrasi di Dinas Kesehatan sedang berjalan,” ujarnya.
Selain kelengkapan teknis, pihaknya juga tengah menuntaskan sejumlah sertifikasi penting agar operasional dapur dapat berjalan tanpa kendala.
Sertifikat halal, uji instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi prioritas sebelum dapur mulai beroperasi.
“Kami ingin semua izin dan sertifikat kelayakan diselesaikan terlebih dahulu agar tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tambahnya.
Persiapan sumber daya manusia juga tengah dilakukan. Beberapa posisi penting seperti akuntan dan ahli gizi telah disiapkan.
Rekrutmen tenaga kerja sebagian besar melibatkan alumnus dan masyarakat sekitar pesantren.
“Kami sudah mulai perekrutan pekerja sejak beberapa waktu lalu. Untuk ahli gizi, kami masih menjalin komunikasi dengan tenaga profesional dari bidang kesehatan agar bisa ditempatkan di sini,” jelasnya.
Sebelum resmi beroperasi, dapur SPPG akan menggelar uji coba penyajian makanan bagi sebagian penerima manfaat, terutama siswa SMP dan SMK.
Uji coba ini dilakukan untuk memastikan kualitas rasa, nilai gizi, dan ketepatan distribusi.
“Kami ingin memastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan siswa,” katanya.
Jika seluruh proses administrasi dan sertifikasi berjalan sesuai jadwal, dapur sehat di lingkungan IBU Pakusari ditargetkan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.
Nantinya, layanan pemenuhan gizi akan diberikan kepada 232 siswa MI, 572 siswa SMP, 2.096 siswa SMK, dan 23 siswa TK Al-Azhar, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan mutu pendidikan di lembaga tersebut.
Sementara itu ke depan, rencananya juga akan ada rencana menyasar lebih dari 3 ribu. Yakni untuk santri sekitar 650 dan ke depan ditambah bumil dan busui. (kin/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh