PUGER WETAN, Radar Jember – Pengguna jalan yang melintas di jalan jurusan Kecamatan Wuluhan dengan Kecamatan Puger harus lebih hati-hati.
Selain jalannya rusak cukup parah, ada gorong-gorong jebol di Desa Puger Wetan.
Gorong-gorong yang jebol berada di tengah jalan.
Oleh warga sekitar diberi batu besar dan tas kresek warna merah. Ini sebagai tanda agar tak ada kendaraan yang terjebak dan kecelakaan di gorong-gorong jebol itu.
Di lokasi, pada malam hari kondisinya sangat gelap, karena tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU).
Sementara di sekitar gorong-gorong yang jebol kondisi jalannya juga hancur. Untuk itu, pengendara harus pelan-pelan karena bisa masuk ke lubang yang cukup besar.
Agus, warga asal Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu menyebut, jebolnya gorong-gorong baru dua hari.
"Sehingga warga menutupnya dengan batu agar pengendara sepeda motor tidak terperosok kelubang,” kata Agus, warga yang setiap hari melintas di lokasi.
Menurutnya, warga berharap agar jalan yang rusak dan gorong-gorong yang jebol segera diperbaiki.
“Apalagi lagi jebolnya pas di tengah jalan. Kalau malam jalannya gelap karena tidak ada lampu, sangat berbahaya,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Heru, pedagang ikan asal Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah.
Menurutnya, jebolnya gorong-gorong itu sangat rawan terutama untuk pengendara sepeda motor.
“Oleh pengguna jalan di pasang batu besar untuk menutupi yang jebol, agar tidak ada yang kecelakaan,” katanya.
Sementara itu, kondisi jalan mulai dari barat jembatan Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan hingga ke arah Puger sudah rusak parah.
“kalau hujan, semakin parah dan jalan yang rusak tertutup air hujan hingga tidak terlihat,” jelasnya. (jum/nur)
Editor : M. Ainul Budi