Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Manfaatkan Air Bekas Wudlu dan AC, SMPN 1 Balung Wakili Jawa Timur di Ajang Sekolah Adiwiyata Nasional

Jumai RJ • Senin, 20 Oktober 2025 | 22:52 WIB

PATUT DICONTOH: Siswa SMPN 1 Balung melakukan kegiatan mencintai lingkungan sekitar. Sekolah yang berada di Desa Tutul, Kecamatan Balung tersebut kini menjadi wakil Jawa Timur ke ajang sekolah Adiwiya
PATUT DICONTOH: Siswa SMPN 1 Balung melakukan kegiatan mencintai lingkungan sekitar. Sekolah yang berada di Desa Tutul, Kecamatan Balung tersebut kini menjadi wakil Jawa Timur ke ajang sekolah Adiwiya
 

TUTUL, Radar Jember – Di halaman SMPN 1 Balung, Jember warna hijau mendominasi pandangan mata.

Deretan anggrek menggantung rapi di teras, daun mangga berayun perlahan diterpa angin, dan tanaman hias tumbuh subur di setiap sudut sekolah.

Udara terasa sejuk, meski matahari sudah tinggi.

Tak banyak yang tahu, kesegaran itu lahir dari ide sederhana. Air yang menghidupi tanaman-tanaman tersebut berasal dari limbah wudu dan tetesan AC.

“Air bekas wudu kami tampung, begitu pula air dari AC,” jelas Moh Rokhim, Kepala SMPN 1 Balung. Menurutnya, langkah sederhana itu menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menerapkan prinsip hemat air dan peduli lingkungan.

Kebiasaan itu kini menjadi budaya yang hidup di sekolah berlokasi di Jalan Puger 92, Desa Tutul, Kecamatan Balung tersebut. Setiap pagi siswa dan guru bersama-sama merawat taman, mencabut rumput, menyapu daun kering, dan memastikan tanaman tetap segar.

“Kami ingin anak-anak belajar mencintai lingkungan, bukan hanya dari teori, tapi dari kebiasaan sehari-hari,” ujar Rokhim.

Berawal dari kepedulian kecil itu, SMPN 1 Balung kini berhasil melangkah ke tingkat nasional dalam program Sekolah Adiwiyata 2025, mewakili Jawa Timur. Sebelumnya, sekolah ini telah meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi pada 2023, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Malang.

Penilaian dilakukan melalui pengajuan dokumen, foto, dan video kegiatan lingkungan. Setelah melewati asistensi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, sekolah ini meraih nilai 99,23 dan resmi diusulkan ke tingkat nasional.

“Ini berkat kerja sama seluruh warga sekolah dan dukungan dari masyarakat,” tambah Rokhim yang juga menjabat Ketua MKKS SMP Kabupaten Jember.

Adiwiyata sendiri menilai enam aspek utama, di antaranya pengelolaan sampah, konservasi energi dan air, serta penanaman pohon. SMPN 1 Balung menonjol karena inovasi pengelolaan airnya yang efisien dan ramah lingkungan.

Setiap tetes air tak pernah terbuang percuma, melainkan kembali menghidupkan pohon, bunga, dan rumput yang menjadi paru-paru kecil sekolah.

Lingkungan yang asri membuat suasana belajar semakin nyaman.

Siswa betah berada di sekolah, sementara guru merasa tenang mengajar di tengah udara yang segar.

“Ketika lingkungan bersih dan hijau, semangat belajar juga tumbuh,” tutur Rokhim.

Program Gerakan Adiwiyata, sesuai Permen DLH Nomor 5 Tahun 2022, menjadi wadah pembentukan karakter peduli lingkungan bagi siswa di seluruh Indonesia.

Dan SMPN 1 Balung telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari ide kecil. Bahkan dari air sisa yang semula dianggap tak berguna. (jum/dwi)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #SMP #siswa