Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Terungkap! Ibu dan Anak di Jember Jadi Pengedar, Polisi Kini Kejar Bandar Utama Pemasok Sabu

M Adhi Surya • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:40 WIB
“Nama pemasok sudah kami kantongi. Saat ini tim masih memburu pelaku bandar utamanya.” IPTU NAUFAL MUTTAQIN, Kasatreskoba Polres Jember.
“Nama pemasok sudah kami kantongi. Saat ini tim masih memburu pelaku bandar utamanya.” IPTU NAUFAL MUTTAQIN, Kasatreskoba Polres Jember.

Radar Jember – Satreskoba Polres Jember terus buru bandar besar yang menjadi sumber peredaran sabu-sabu (SS) di wilayah Ledokombo.

Upaya ini dilakukan setelah terungkap satu keluarga terlibat dalam jaringan narkoba.

Terdiri atas ibu dan anak yang kompak menjadi pengedar barang haram tersebut.

Kasatreskoba Polres Jember Iptu Naufal Muttaqin mengatakan, pihaknya telah mengantongi identitas pengirim sabu yang disebut bernama Abba.

Sosok ini diyakini sebagai pemasok utama sabu kepada tersangka H, 40, seorang ibu rumah tangga yang ditangkap bersama anaknya, AD, 17.

“Nama pemasok sudah kami kantongi. Saat ini tim masih memburu pelaku bandar utamanya,” katanya.

Dari hasil penyidikan, H diketahui sudah dua kali menerima kiriman sabu dari Abba melalui jasa ekspedisi.

Barang dikemas rapi untuk mengelabui petugas, lalu diedarkan kembali oleh H dalam paket-paket kecil.

“Kami menduga jaringan ini beroperasi lintas daerah dan cukup rapi dalam modus pengirimannya,” ujar Naufal.

Kasus ini bermula dari penangkapan AD di Kecamatan Kalisat, Selasa (30/9) malam.

Remaja itu ditangkap saat hendak mengantarkan sabu kepada pembeli dengan barang bukti 1,58 gram sabu.

Dari keterangan AD, polisi kemudian menangkap ibunya, H, di rumahnya di Ledokombo dan menyita 173,7 gram sabu siap edar.

Polisi juga menemukan fakta bahwa suami H, yakni M, merupakan narapidana kasus narkoba yang sudah divonis pada September lalu.

Dengan demikian, satu keluarga ini lengkap terjerat jaringan sabu ayah, ibu, dan anak.

“Kasus ini menunjukkan bagaimana narkoba bisa merusak tatanan keluarga,” tegas Naufal.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Jember bekerja sama dengan beberapa polres di wilayah tapal kuda untuk mempersempit ruang gerak bandar Abba.

Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya jaringan ekspedisi yang ikut terlibat dalam pengiriman barang haram itu.

Naufal memastikan pihaknya akan terus memburu bandar utama hingga tertangkap.

“Kami tak berhenti di pengedar tingkat bawah. Target kami adalah bandar besar yang menjadi sumber pasokan sabu ke Jember,” pungkasnya. (dhi/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #peredaran narkoba #Polres Jember #sabu-sabu