Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Hujan Bukan Masalah, Tapi Genangan Air Bisa Jadi Maut! Polisi Ingatkan Bahaya Aquaplaning di Jember

Yulio Faruq Akhmadi • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 13:20 WIB
KURANGI KECEPATAN: Sejumlah pengendara melintasi genangan air di Jalan A Yani, Kepatihan setelah terjadi hujan, beberapa waktu lalu.
KURANGI KECEPATAN: Sejumlah pengendara melintasi genangan air di Jalan A Yani, Kepatihan setelah terjadi hujan, beberapa waktu lalu.

Radar Jember – Intensitas hujan yang semakin sering membuat sejumlah ruas jalanan Jember tergenang air.

Kondisi ini cukup berbahaya karena saat melaju dalam kecepatan tertentu, ban motor bisa kehilangan daya cengkeram dan tidak menempel ke aspal. Akibatnya, motor tergelincir.

Kondisi inilah yang disebut aquaplaning dan wajib diwaspadai, terutama usai hujan deras.

Atlet balap motor road race Jember, Ahmad Mushaddiq Hadafi, menyebut aquaplaning menjadi salah satu momok bagi pembalap ketika bertanding di lintasan basah.

“Ada jarak nol koma sekian milimeter antara ban dan aspal. Itu yang membuat motor bisa tergelincir, apalagi saat menikung atau ngerem mendadak,” ujarnya.

Menurut Hadafi, berdasarkan pengalamannya, aquaplaning bisa terjadi pada kecepatan sekitar 30 km/jam saat hujan.

Namun setelah hujan reda, risikonya tetap ada jika melaju di atas 40 km/jam.

“Kalau jalan lurus, 40 km masih aman. Tapi kalau sedang menikung, kemungkinan besar pasti tergelincir,” jelasnya.

Meski begitu, ketika terjadi aquaplaning, tidak serta-merta pengendara akan jatuh.

Motor masih bisa dikendalikan asal sigap dan mengenakan perlengkapan berkendara yang aman, minimal sepatu dan celana panjang.

“Kalau motor mulai oleng, langsung turunkan kaki dan jejek (tendang, Red) ke aspal agar motor kembali seimbang. Kalau mau jatuh ke kiri, kaki kiri yang jejek ke aspal, begitu juga sebaliknya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Jember AKP Bernadus Bagas Simarmata mengimbau agar pengendara tidak melaju dengan kecepatan tinggi saat hujan maupun setelahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan kondisi ban dan motor sebelum digunakan.

Aquaplaning ini sering dialami pengendara motor. Jadi, kurangi kecepatan, jaga agar tetap stabil, hindari mengerem atau menghindari genangan secara mendadak, dikhawatirkan ada pengendara lain dari belakang,” pesannya.

Saat hujan, Satlantas Polres Jember juga menyiagakan anggota piket yang siap membantu penanganan cepat.

Tak hanya pada kecelakaan lalu lintas, tapi juga situasi darurat seperti pohon tumbang.

“Kami rutin memantau persimpangan Mangli dan Mastrip, terutama pada sore hari, biasanya saat hujan arus lebih padat,” pungkasnya.

Itu dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. (yul/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#keselamatan berkendara #intensitas hujan #Polres Jember #aquaplaning