Radar Jember - Hujan deras disertai angin kencang sempat melanda Jember.
Sejumlah pohon tumbang, rumah rusak, bahkan dua orang tewas akibat tertimpa rumpun bambu.
Nah, di jalan nasional jurusan Surabaya - Jember ada sebuah rambu imbauan yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris jatuh.
Rusaknya tiang rambu itu miring ke jalan raya dan hanya tinggal menunggu robohnya saja.
Rusaknya rambu akibat tertabrak kendaraan itu juga sudah lama namun dibiarkan rusak.
Ini membahayakan siapa warga jika sewaktu-waktu jatuh.
Napik, 55, warga Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji mengaku rambu yang miring itu sudah cukup lama dibiarkan.
Padahal beberapa waktu terakhir, wilayah Pecoro khususnya Rambipuji juga terdampak hujan deras dan angin kencang.
"Apakah harus menunggu jatuh dan ada korban, baru dirobohkan. Apalagi di sekitar rambu yang sudah tinggal robohnya. Banyak pengendara yang berhenti ketika ada kereta api yang lewat," kata Napik.
Sebelum rambu ini jatuh, sebaiknya diturunkan karena kondisi sudah rusak cukup lama.
“Tiangnya itu dirobohkan saja. Ini berbahaya karena sering hujan dan angina," jelasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi rambu imbauan di barat perlintasan KA Desa Pecoro itu memang sudah cukup lama rusak.
Tetapi hingga kemarin belum ada pembenahan atau tindakan, sehingga rawat roboh ke jalan. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh