Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Rektor UIN KHAS Jember: Santri Bukan Sekadar Simbol, tapi Fondasi Moral dan Kemandirian Bangsa

M Adhi Surya • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:50 WIB
 “Santri adalah fondasi moral bangsa. Dari kampus ini, semangat itu harus terus hidup.” Prof Dr HEPNI, Rektor UIN KHAS Jember.
 “Santri adalah fondasi moral bangsa. Dari kampus ini, semangat itu harus terus hidup.” Prof Dr HEPNI, Rektor UIN KHAS Jember.

Radar Jember - Rektor Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember Prof Dr Hepni menyebut, peringatan Hari Santri Nasional (HSN) merupakan simbol kemandirian dan keikhlasan yang harus terus dijaga oleh generasi muda, khususnya di lingkungan kampus.

Menurutnya, nilai-nilai itu menjadi ciri khas santri yang relevan sepanjang zaman.

Santri adalah simbol kemandirian dan keikhlasan dalam menuntut ilmu serta mengabdi kepada bangsa.

Dua hal ini yang perlu ditanamkan kembali di ruang akademik.

Dengan itu, UIN Khas Jember mengusung rangkaian kegiatan HSN bertajuk Santri on Kampus: Diversifikasi Ekoteologi dalam Beragam Makna”, sebagai momentum untuk merefleksikan peran santri dalam menghadapi tantangan sosial, ekologi, dan spiritual di era modern.

Hepni menilai, semangat santri tidak boleh berhenti pada tataran simbolik.

Nilai kemandirian harus diwujudkan dalam tanggung jawab akademik dan sosial, sedangkan keikhlasan menjadi ruh dalam setiap pengabdian.

“Mahasiswa hari ini dituntut tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara spiritual. Itu yang membedakan santri dari sekadar pelajar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai keikhlasan menjadi kekuatan moral yang seringkali terlupakan di tengah budaya kompetitif.

“Keikhlasan adalah energi yang membuat perjuangan menjadi bermakna. Tanpa keikhlasan, ilmu kehilangan arah dan amal kehilangan ruh,” tegasnya.

Sementara itu, tema ekoteologi yang diusung menjadi refleksi atas hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari ibadah.

Santri, kata Hepni, tidak hanya belajar memahami teks, tetapi juga konteks kehidupan.

“Mereka harus bisa membaca ayat-ayat Tuhan di bumi dan langit, bukan hanya di kitab,” tuturnya.

Hepni berharap, melalui peringatan Hari Santri, kampus dapat melahirkan generasi intelektual yang berjiwa santri mandiri, ikhlas, dan peduli terhadap kemanusiaan.

“Santri adalah fondasi moral bangsa. Dari kampus ini, semangat itu harus terus hidup,” pungkasnya. (dhi/dwi)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #hsn #hari santri nasional #UIN KHAS Jember