Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Wisatawan Keluhkan Dua Tiket! DPRD Jember Dorong Satu Tiket Masuk untuk Papuma dan Watu Ulo

Sidkin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:35 WIB
WISATA UNGGULAN: Pemandangan Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. DPRD Jember mendorong agar ada penyatuan tiket Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.
WISATA UNGGULAN: Pemandangan Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. DPRD Jember mendorong agar ada penyatuan tiket Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.

Radar Jember - Pantai Watu Ulo dan Papuma ibarat dua permata wisata yang berdampingan di pesisir selatan Jember.

Namun, di balik pesonanya, ada satu hal yang kerap dikeluhkan pengunjung.

Harga tiket yang dianggap terlalu mahal karena harus membayar dua kali untuk dua pantai yang bersebelahan.

Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyoroti persoalan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama perwakilan mahasiswa Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (Kopri) Jember beberapa waktu lalu.

Ia menyebut Papuma sebagai ikon wisata yang sudah melekat dengan citra Jember.

“Kalau bicara tentang Jember, pasti yang muncul di benak orang adalah Papuma,” ujarnya.

Menurut Candra, rata-rata kunjungan wisatawan ke Papuma mencapai 11 ribu orang setiap bulannya.

Angka yang cukup besar mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap pantai tersebut.

Meski begitu, ia menilai pengelolaan dua kawasan wisata itu belum ideal.

Walau secara geografis Papuma berada di Kabupaten Jember, asetnya bukan milik pemerintah daerah, melainkan milik Perhutani dan dikelola oleh PT Palawi Risorsis.

Sedangkan Pantai Watu Ulo merupakan aset Pemkab Jember yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Perbedaan kepemilikan inilah yang membuat wisatawan harus membayar dua kali jika ingin menikmati keduanya.

“Papuma tiketnya Rp 25 ribu, sedangkan Watu Ulo Rp 10 ribu,” jelas Candra.

Ia mengakui, kondisi tersebut menimbulkan persepsi bahwa wisata di kawasan itu terkesan mahal.

Padahal, kedua pantai hanya dipisahkan oleh bukit kecil dan berada dalam satu garis pantai yang sama.

“Kita punya kesepahaman bahwa wisata Papuma dan Watu Ulo hari ini masih dianggap mahal karena tiketnya terpisah,” ujarnya.

Menurut Candra, situasi ini perlu segera dibenahi agar tidak menurunkan minat wisatawan yang ingin menjelajahi dua pantai sekaligus.

Untuk itu, DPRD Jember bersama pihak terkait telah menjalin komunikasi dengan PT Palawi Risorsis guna membahas solusi terbaik.

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyatakan keinginan untuk mencari pola kerja sama yang lebih efisien, termasuk kemungkinan penyatuan sistem tiket agar wisatawan cukup membayar satu kali untuk dua lokasi.

“Ada niat baik agar wisatawan bisa menikmati dua pantai dengan satu tiket masuk,” katanya.

Sebagai langkah konkret, DPRD mendorong adanya kerja sama operasi (KSO) antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember dengan PT Palawi Risorsis.

Melalui kerja sama itu, diharapkan pengelolaan kawasan wisata bisa lebih terpadu dan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung.

“Agar ke depan Papuma dan Watu Ulo benar-benar menjadi kebanggaan Jember, ini yang akan terus kami pacu bersama,” pungkasnya. (kin/dwi)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Pantai Watu Ulo #DPRD jember #wisata jember #kopri #Papuma