Radar Jember - Kesuksesan berkarir tidak ditempuh dengan jalan mulus, banyak cobaan dan tempaan.
Mereka yang bisa melewati itu semua, berhasil keluar dengan menjadi pribadi tangguh dan bahkan multitalent. Seperti kisah Rizal ini.
Siapa sangka, di balik senyum seorang bankir, dosen, dan pengusaha muda yang sukses membuka 9 cabang photo studio populer, tersimpan kisah getir perpisahan orang tua sejak ia belia.
Inilah Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy.
Pemuda 36 ini seolah ingin mengisyaratkan bahwa luka masa lalu bisa menjadi batu pijakan menuju masa depan yang gemilang.
Kisah Rizal, sapaan akrabnya, bermula saat ia masih belia.
Kehidupan pemuda kelahiran Bandung tahun 1989 ini berubah drastis saat ia duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD) tahun 1997-1998. Yakni Orang tuanya berpisah, cerai.
Kepahitan karena menjadi korban broken home ini meninggalkan jejak emosional yang mendalam.
"Saat masih kecil, saya tidak merasa apa-apa. Tapi begitu mulai dewasa, saya mengalami trauma sangat berat," kenangnya, mengawali pembicaraan saat ditemui, di pusat perbelanjaan Roxy, Jember Sabtu (11/10).
Rizal mengaku memilih memendam kepedihan luka itu sendiri, sebagai rahasia pribadi yang tak boleh terlihat orang lain.
"Saya itu tipe tidak mau terlihat sedih di depan orang, walaupun di belakang ya, merasakan kesakitan sendiri," ungkap ayah satu anak ini.
Beruntung, ia dibesarkan oleh sang nenek yang memberinya fondasi terkuat yakni pendidikan.
"Setiap minggu diwajibkan ada giat, entah taekwondo, les-les lainnya. Saya percaya pendidikan itu bisa meningkatkan taraf hidup kita," katanya.
Keyakinan pada pendidikan inilah yang mendorong Rizal merintis jalan karirnya.
Dimulai saat ia menerima beasiswa Diploma 3 di Universitas Widyatama, lalu lulus Sarjana Keuangan di Universitas INABA, Magister Pemasaran di Widyatama, hingga menuntaskan Doktor Ilmu Manajemen dan Perilaku Keuangan di UPI.
Semua gelar setelah D-3 itu dibiayai dengan jerih payahnya sendiri dan dukungan keluarganya, terutama sang nenek.
Pelan dan pasti, ia mulai menapaki jejak karirnya.
Secara profesional, Rizal adalah seorang bankir ulung.
Ia pernah berkarir di sejumlah bank BUMN dan swasta, sempat menjabat sebagai pimpinan cabang di salah satu bank BUMN ternama.
Sejak 2021, ia juga mengabdikan diri sebagai dosen di Universitas Islam Nusantara (Uninus).
Menariknya, di tengah kesibukan sebagai bankir dan dosen, Rizal justru merambah dunia usaha yang jauh dari latar belakang keilmuannya.
Ia memiliki peternakan sapi dan akan meluncurkan brand jersey olahraga.
Namun, salah satu yang paling mencolok adalah usaha photo studio miliknya, Orijin Photo Studio.
Dalam waktu hanya dua tahun sejak dirintis, ia berhasil membuka 9 cabang Orijin Photo Studio.
Termasuk cabang terakhir di pusat perbelanjaan Roxy, Jember, yang ia buka karena terinspirasi dari semangat Jember Fashion Carnaval (JFC) dan kreativitas anak muda Jember.
Meski ia lahir di Bandung, namun Jember baginya cukup istimewa.
Selain menjadi kota keluarga dan mertuanya, Jember juga menginspirasi ide bisnisnya (photo studio) yang memiliki segmentasi gen Z dan milenial.
"Saya juga peternakan sapi, dan ini bentar lagi mau ngeluarin brand jersey olahraga. Minggu depan ini rencananya saya diundang sebagai alumnus berdampak dari INABA," katanya, menyemangati.
Di akhir perbincangan, Rizal menyampaikan pesan semangat untuk generasi muda, yang sekaligus menjadi filosofi hidupnya.
"Anak muda, tangkap peluang secepat mungkin, jangan buang waktu. Karena time is money," katanya.
Sepak terjang karirnya yang dimulai dari kegetiran ini seolah memberi pesan bahwa tak peduli seberapa perih masa lalu yang dibawa, fokus pada pendidikan, kerja keras, dan kecepatan menangkap peluang adalah kunci.
"Semakin cepat meraih apa yang dicita-citakan, semakin cepat juga untuk beribadah, memanusiakan manusia, merekrut karyawan, berguna buat orang lain. Jadi selain urusan kemanusiaan, urusan spiritual juga dikuatin," pungkas Rizal. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh