Radar Jember - Sudah hampir setahun tenda bantuan dari BPBD Jember ditempati siswa dari empat kelas SDN Plalangan 03, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, untuk melaksanakan pembelajaran.
Setiap hari terkena panas dan kadang hujan.
Ini membuat kondisi cat tenda sudah mulai kusam bahkan ada jahitannya yang sudah terlepas.
Akibatnya, pada saat terjadi hujan, beberapa bagian tenda bocor. Ini karena ada beberapa tenda yang sudah berlubang.
“Ketika siswa mengikuti KBM, saat hujan deras akan bocor,” kata Plt Kepala SDN Plalangan 03 Retra.
Ketika bocor itu, bagian lantai menjadi becek karena lantainya tanah.
"Alhamdulillah meskipun KBM di ruang yang darurat siswa masih semangat. Hanya saja kalau sudah di atas pukul 09.00 siswa mulai gelisah karena panas, sementara saat hujan bocor," kata Retra.
Hal ini bukan hanya dialami siswa yang mengaku panas KBM di bawah tenda, tetapi juga dialami guru.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kondisi tenda sudah mulai rusak.
Beberapa bagian tenda jahitannya sudah lepas.
Ini karena lamanya dipakai dan tenda itu selama hampir setahun ada di halaman sekolah terkena matahari dan hujan. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh