Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Miris! Sekolah Ambruk Setahun Lalu, Siswa SDN Plalangan 03 Masih Belajar di Tenda Panas Milik BPBD Jember

Jumai RJ • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:15 WIB
BELUM SELESAI: Siswa kelas 2 SDN Plalangan 03, Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat KBM di tenda milik BPBD Jember.
BELUM SELESAI: Siswa kelas 2 SDN Plalangan 03, Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat KBM di tenda milik BPBD Jember.

Radar Jember – Guru dan siswa SDN Plalangan 03, Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, tetap semangat melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM), hingga kemarin (15/10).

Mereka sudah hampir setahun terakhir belajar di tenda darurat, karena sekolahnya ambruk pada Sabtu (23/11) tahun 2024 lalu.

Meski siswa dan guru menjalani KBM di ruang darurat, siswa empat kelas tetap semangat menempati tenda milik BPBD Jember tersebut, di halaman sekolah.

Empat kelas yang mengikuti pembelajaran yaitu kelas 2, 4, 5, dan kelas 6.

Sementara, siswa kelas 1 dan kelas 3 menempati ruang laboratorium sekolah.

Sejak ambruk pada November 2024 lalu, ruang kelas 1 sampai kelas 6 memang di-police line oleh anggota Polsek Kalisat.

Sebab, hampir semua kelas rusak parah dan rawan ambruk.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, siswa mengaku kurang nyaman selama mengikuti KBM di tenda milik BPBD.

Kondisinya panas dengan lantai tanah.

Namun, apalah daya, KBM harus tetap dilaksanakan.

Guru kelas 2, Siti Khomariyah, mengaku memang kurang nyaman saat mengajar.

Saat waktu sudah mulai siang, banyak anak-anak yang tidak betah karena panas.

"Hampir setahun anak-anak belajar di bawah tenda. Sehingga kalau agak siang sekitar pukul 09.00 sudah mengaku tidak betah dengan alasan panas,” kata Khomariyah.

Plt Kepala SDN Plalangan 03 Retra mengatakan, selama proses perbaikan sejak ambruknya pada bulan November 2024 lalu siswa KBM di tenda milik BPBD.

Dengan demikian, sejak ambruk pada Sabtu, 23 November 2024 lalu, siswa empat kelas KBM di bawah tenda.

"Alhamdulillah 6 ruang kelas dapat program pembangunan, sehingga sambil menunggu selesainya pembangunan siswa masih mengikuti pembelajaran di tenda yang ada di halaman sekolah,” ucapnya.

Guru dan siswa berharap, pembangunan sekolah bisa segera selesai, agar siswa cepat kembali belajar di ruang kelas.

“Sudah hampir setahun siswa KBM di tenda,” jelas Retra. (jum/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #BPBD #belajar di tenda #Pendidikan #sekolah ambruk #sekolah rusak