Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Soroti Fly Jaya Hentikan Penerbangan Jember–Jakarta, Nilai Ekonomis Disebut Belum Tercapai!

Sidkin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 13:05 WIB
 “Saya lebih percaya Fly Jaya bahwa memang ada persoalan nilai ekonomis.” WIDIARTO, Wakil Ketua DPRD Jember.
 “Saya lebih percaya Fly Jaya bahwa memang ada persoalan nilai ekonomis.” WIDIARTO, Wakil Ketua DPRD Jember.

 

Radar Jember - Penghentian penerbangan rute Jember–Jakarta oleh maskapai Fly Jaya memicu kritik tajam dari kalangan legislatif.

Keputusan ini dianggap mencerminkan lemahnya strategi pemerintah daerah dalam menjaga akses transportasi udara.

Padahal, penerbangan ini baru berjalan tiga pekan dan sempat menjadi harapan besar masyarakat.

Akses udara dinilai sangat penting untuk mendorong konektivitas investasi dan pariwisata.

Wakil Ketua DPRD Jember Widiarto menegaskan, pesawat bukan sekadar moda transportasi biasa.

Menurutnya, kehadiran penerbangan sangat penting untuk mendukung sektor strategis daerah.

“Pesawat itu bagian penting akses infrastruktur pariwisata,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat Jember tetap membutuhkan moda transportasi udara.

Widiarto juga menyoroti faktor okupansi penumpang yang menjadi kunci keberlanjutan operasional.

Ia menyebut sejak awal sudah ada dua faktor penting agar penerbangan bisa bertahan lama.

Pertama, penguatan sektor bisnis yang mampu menarik banyak investor atau pemodal ke Jember.

Kedua, kesiapan sektor wisata yang mendukung peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kalau dua hal ini jalan, okupansi bisa terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, penerbangan tidak bisa hanya mengandalkan perjalanan birokrasi atau kegiatan sementara pemerintah.

Menurutnya, okupansi tinggi hanya bisa dicapai jika investasi dan wisata tumbuh bersamaan.

Iklim investasi harus diperbaiki agar lebih banyak pelaku usaha datang ke Jember.

Pariwisata juga perlu dikembangkan agar menjadi daya tarik tambahan.

“Pariwisata di Jember harus moncer dulu,” tegasnya.

Ia juga menilai keputusan Fly Jaya kemungkinan dipicu persoalan bisnis.

Maskapai, kata dia, tentu tidak ingin merugi jika okupansi rendah.

Menurutnya, bisa jadi ada persoalan nilai ekonomis atau hal-hal yang dijanjikan tetapi belum tuntas.

“Saya lebih percaya Fly Jaya bahwa memang ada persoalan nilai ekonomis,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah daerah tidak tinggal diam.

Jika memang dibutuhkan, strategi subsidi atau dukungan aturan harus dibicarakan secara terbuka.

Maskapai harus tahu perhitungan bisnisnya jelas sejak awal.

“Kalau mau dijalankan pakai strategi subsidi, harus klir dulu secara aturan," imbuhnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Bandara Notohadinegoro #Fly Jaya #DPRD jember #bandara jember