Radar Jember – Maskapai Fly Jaya menjadi sorotan publik, karena menghentikan penerbangan setelah enam kali pesawat bolak balik Jember–Jakarta.
Pesawat jenis ATR-72 dengan kapasitas 70 tempat duduk itu pun tak lagi terlihat lepas landas dari Bandara Notohadinegoro.
Keadaan ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Pemkab Jember kemudian memberikan penjelasan resmi terkait kondisi tersebut.
Ini karena Maskapai Fly Jaya tak lagi beroperasi.
Banyak yang menyebut, okupansi penumpangnya kurang, sehingga jumlah penumpang tak bisa menutup kebutuhan operasional.
Ada pula yang menduga pesawat mungkin saja tak akan terbang lagi ke Jember.
Namun, itu hanya spekulasi banyak orang.
Mewakili Bupati Jember Muhammad Fawait, Kepala Bapenda Jember Ahmad Fauzi menyampaikan bahwa penjelasan ini merupakan mandat dari Bupati Jember.
“Saya diberi mandat oleh Gus Bupati Jember untuk menjelaskan secara ofisial, secara resmi, mewakili Pemerintah Kabupaten Jember terkait fenomena penerbangan Jember-Jakarta, Jember-Halim Perdanakusuma. Fenomena berhentinya penerbangan dari jalur Jember menuju Halim,” kata Fauzi.
Menurut jadwal yang dipromosikan sejak beroperasinya kembali Bandara Notohadinegoro pada 23 September 2025, pesawat Maskapai Fly Jaya seharusnya terbang setiap Selasa dan Kamis.
Namun setelah enam kali penerbangan, maskapai tersebut melakukan penghentian sementara layanan.
Fauzi menegaskan, penghentian ini bukan berarti penerbangan benar-benar berhenti.
Terhentinya penerbangan kemarin, menurut Fauzi, adalah bagian dari desain yang direncanakan.
"Jadi, pertama, bukan berhenti. Itu bagian dari uji coba. Kewajiban dalam trial atau uji coba pasti ada evaluasi,” jelasnya.
Proses evaluasi ini, lanjut Fauzi, memang sudah menjadi bagian dari manajemen uji coba untuk memastikan layanan penerbangan berjalan optimal.
“Evaluasi digunakan untuk memastikan kekurangan yang harus diperbaiki selama masa beroperasinya Bandara Notohadinegoro. Evaluasi adalah fungsi dari manajerial,” ujarnya.
Meski baru tahap uji coba, sambutan masyarakat dinilai cukup baik.
Faktanya dalam uji coba tersebut, respons masyarakat cukup luar biasa.
Dia menyebut, dalam enam kali uji coba penerbangan PP Jember-Halim Perdanakusuma, tingkat keterisian atau load factor tertinggi adalah 83,3 persen.
Ia juga menyebutkan adanya potensi pengembangan rute lain ke depan.
“Kedua, ada respons multiplier effect dari uji coba tersebut, yaitu rute yang berbeda dari rute awal: rute Jember menuju tempat lain,” kata Fauzi.
Nantinya, dalam waktu tak terlalu lama setelah evaluasi dilakukan, penerbangan Jember-Halim Perdanakusuma akan kembali dilanjutkan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triyono membenarkan kabar itu.
Menurutnya, penghentian itu karena ada penyesuaian komersial.
"Infonya masih ada kendala komersial," katanya, membenarkan (14/10).
Sejalan dengan Gatot, pihak operator Fly Jaya juga menyampaikan perihal penghentian penerbangan ini karena sedang dilakukan evaluasi.
"Dapat kami informasikan bahwa saat ini kami sedang melakukan evaluasi komersial terhadap rute HLP–JBB–HLP untuk memastikan operasional penerbangan ke depannya dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, untuk sementara waktu jadwal penerbangan pada rute tersebut belum tersedia kembali, Bapak/Ibu," katanya, dalam keterangan resminya. (kin/mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh