Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tak Lagi Dapat Bantuan Pangan! Ribuan Keluarga di Jember Tersingkir Akibat Pembaruan Data Sosial Nasional

Sidkin • Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:55 WIB
Suasana warga menerima bantuan beras di Kelurahan Tegal Besar tahun 2024 lalu. Pada penerima bantuan pangan periode Oktober-November ini terdapat pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat.
Suasana warga menerima bantuan beras di Kelurahan Tegal Besar tahun 2024 lalu. Pada penerima bantuan pangan periode Oktober-November ini terdapat pengurangan jumlah keluarga penerima manfaat.

Radar Jember – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan untuk masyarakat Jember periode Oktober-November.

Kali ini, program tersebut menyasar 202.219 keluarga penerima manfaat (KPM).

Jumlahnya sedikit berkurang dibanding alokasi sebelumnya pada Juni–Juli yang mencapai 203.433 penerima.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Jember Widodo Julianto menjelaskan penurunan jumlah penerima terjadi karena adanya pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTKS) dari Kementerian Sosial.

“Pembaruan data ini penting agar penyaluran tepat sasaran,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan kali ini tidak hanya berupa beras, tetapi juga minyak goreng.

Setiap penerima akan memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak per bulan.

Sehingga total bantuan selama dua bulan mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng.

Widodo menegaskan, pemerintah memastikan proses distribusi berlangsung transparan dan sesuai data.

Ia juga meminta masyarakat berperan aktif memberikan masukan bila menemukan penerima bantuan yang dinilai tidak layak.

“Data yang akurat akan membuat bantuan lebih tepat sasaran,” katanya.

Dari sisi kesiapan logistik, Kepala Perum Bulog Jember, M. Ade Saputra, memastikan pihaknya siap menyalurkan bantuan tersebut.

Ade juga menambahkan, kendala pada penyaluran sebelumnya telah menjadi bahan evaluasi.

Beberapa desa sempat mengalami masalah data dan keberatan terkait pengurangan penerima manfaat.

“Namun, perubahan data itu bukan keputusan daerah, melainkan hasil pembaruan dari pusat,” terangnya. (kin/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #kpm #DTKS #dkpp #bantuan pangan