Radar Jember – Kondisi dam Renes, di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu semakin dangkal.
Warga yang tinggal di sekitar dam mengaku was-was saat terjadi hujan deras karena khawatir banjir.
Seperti yang disampaikan Sumiyati, 45, warga setempat.
Dia menyebut, dam di dekat rumahnya kini semakin dangkal.
Di sungai itu, juga banyak tanaman pohon pisang dan tanaman rumput gajah. Ironisnya, tanaman itu ditanam oleh warga juga.
Menurutnya, sekitar tahun 2017, di dam itu pernah dilakukan pengerukan.
Namun, kini mulai dangkal lagi dan kondisi kotor.
“Perlu dilakukan pengerukan kembali,” ucapnya.
Saat musim hujan, dam tersebut kerap meluap dan membuat permukiman warga banjir juga kebanjiran terutama di sisi timur dam.
Kondisi dam sudah lama dangkal dan saluran semakin menyempit.
Apalagi di sisi timur dam oleh warga malah ditanami rumput untuk pakan ternak.
Selain itu, di tengah sungai mulai dari hulu banyak pohon pisang, sehingga mempersempit sungai.
Di bagian hilir dam juga banyak pohon bambu dan ditumbuhi rumput yang memang sengaja dimanfaatkan oleh pemilik ternak.
Bahkan ada tumbuhan keras dan tanaman bambu. Akibatnya, ketika terjadi hujan deras, sampah menumpuk di bagian hulu dan bagian hilir dam.
Di lokasi, juga ada beberapa pintu air, tetapi semuanya tidak berfungsi seperti biasanya. Air hanya lewat di pintu bagian tengah.
“Ketika banjir, luapan air bisa masuk ke rumah-rumah warga hingga setinggi 1 meter. Ini karena halaman rumah warga lebih rendah dari plengsengan dam,” ucapnya.
Sumiyati menyebut, dibagian hilir dam malah jadi tempat pembuangan sampah oleh warga.
"Sehingga sampah yang menumpuk di bagian hilir itu juga mengeluarkan bau yang menyengat. Sampah yang dibuang itu sampah rumah tangga, karena dibakar ya baunya kemana-mana,” katanya.
Untuk itu, dia dan banyak warga lain berharap agar dam tersebut dilakukan pengerukan kembali.
“Sudah beberapa tahun lalu dikeruk, sekarang dari hulu hingga ke dam itu sudah mengecil dan sangat dangkal,” ulasnya.
Akibatnya, ketika banjir beberapa waktu lalu, banyak sampah, mulai dari potongan kayu hingga pohon pisang yang terbawa banjir menumpuk.
“Meluapnya air sungai itu akibat dam Renes dangkal,” katanya.
Warga pun berharap, pemerintah melakukan normalisasi, tanpa menunggu datangnya banjir.
Untuk itu, dinas terkait diharapkan bisa turun langsung ke lokasi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di lokasi ada lima pintu air berukuran cukup besar namun tertutup lumpur, akibat tidak dikeruk.
Selain itu, ada tiga pintu besi yang sudah tidak berfungsi sama sekali.
Sementara, warga tetap saja ada yang membuang sampah. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh