Radar Jember – Niat memberi makan ternak berakhir tragis.
Siaman, atau akrab disapa Umar, 64, dan putranya, Saiful Rohman, 29, warga Tegal Boto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, tewas tertimpa rumpun bambu, Senin (13/10).
Peristiwa itu terjadi saat hujan deras disertai angin kencang bahkan butiran es.
Awalnya, keduanya hendak memberi makan kambing di kandang yang berada di belakang rumah.
Setelah selesai, rumpun bambu di depan kandang tiba-tiba roboh dan menimpa tubuh mereka.
Puluhan batang bambu runtuh secara bersamaan, membuat korban tak sempat menyelamatkan diri.
Tetangga korban, Halimatus Sa’diyah, mulai curiga setelah melihat halaman belakangnya tampak lebih terang dari biasanya.
“Saat itu hujan masih deras. Saya lalu memanggil Bu Horiyah, istri Pak Umar, untuk memastikan keberadaan suaminya. Tapi ternyata tidak ada,” ujarnya.
Halimatus bersama suaminya dan Horiyah kemudian mencari keberadaan korban di tengah hujan lebat.
Namun, hingga hujan reda, keduanya belum ditemukan.
Warga mulai mencurigai bahwa Umar dan Saiful tertimpa bambu.
Awalnya tak ada suara dari tumpukan bambu.
Menjelang sore, Halimatus mengaku sempat mendengar suara rintihan minta tolong dari arah rumpun bambu yang roboh.
“Dari situ saya yakin itu petunjuk posisi korban,” katanya.
Pencarian dimulai sekitar pukul 15.00.
Banyaknya batang bambu membuat proses evakuasi berjalan lambat karena tubuh korban tidak terlihat.
Jenazah Saiful berhasil dievakuasi pukul 16.00, sementara Umar baru bisa dievakuasi pukul 17.30.
Menurut Halimatus, tidak ada luka berat yang tampak pada tubuh kedua korban.
Malam itu juga, 13 ekor kambing milik Umar dijual oleh keluarga.
Horiyah, istri korban, mengaku ikhlas menerima kepergian suami dan anaknya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh