Radar Jember – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember hingga menewaskan dua warga, terjadi Senin (13/10).
Hujan deras disertai angin kencang ini masih mungkin terjadi dan patut diwaspadai.
Apalagi, banyak pohon yang telah tumbang, serta rumah warga banyak yang rusak.
BMKG Pos Meteorologi Jember melaporkan, hujan deras memang sempat terjadi Senin.
Prakirawan BMKG, Hukama Nur Akmal, mengatakan kecepatan angin saat itu tercatat cukup cepat, yakni mencapai 15–35 knot atau setara dengan 64 kilometer per jam.
“Karakter angin kencang ini biasanya muncul di awal musim hujan dan datang secara tiba-tiba,” ujarnya.
Menurutnya, cuaca ekstrem seperti ini memang kerap terjadi di masa peralihan menuju musim hujan.
Pagi hingga siang biasanya cerah dan terik, namun sore hari mendadak muncul awan gelap diikuti hujan lebat dan angin kencang.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama terhadap potensi pohon tumbang dan genangan air di wilayah rawan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan dampak cukup luas akibat kejadian ini.
Selain di kawasan kota, pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga di Kelurahan Jember Lor, Patrang.
Tim BPBD masih melakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak.
Kepala BPBD Jember, Indra Tri Purnomo menyampaikan, peristiwa paling parah terjadi di Kecamatan Sumbersari, tepatnya di Jalan Jawa 7 nomor 58.
Satu rumpun pohon bambu roboh dan menimpa kandang ternak yang saat itu dijaga dua warga, Siaman,64, dan anaknya Saiful,29.
“Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ungkap Indra.
Begitu mendapat laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, PLN, PMI, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi.
Mereka melakukan asesmen, pemotongan pohon tumbang, pembersihan material, serta evakuasi korban.
“Penanganan kami lakukan sesegera mungkin agar jalur dan aktivitas warga bisa kembali normal,” katanya.
Data sementara BPBD mencatat, bencana ini tersebar di empat kecamatan.
Di Sumbersari terdapat sembilan titik terdampak, termasuk rumah rusak di Jalan Letjen S.
Parman Gang 8, tiga rumah rusak di Kelurahan Kranjingan, dan tiga pohon tumbang di area Universitas Jember.
“Akses jalan di Jalan Letjen S. Parman dan Jalan Letjen Panjaitan sempat tertutup pohon tumbang, tapi kini sudah bisa dilalui,” pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh