BALUNG LOR, Radar Jember – Ruang Terbuka Hijau (RTH) Balung, Jember menjadi tempat yang digemari banyak warga sekitar.
Keberadaan RTH itu memang sangat diperlukan bagi warga sekitar warga dari luar Kecamatan Balung.
Ketika nyantai bisa datang ke RTH yang tidak jauh dari lapangan.
Sayangnya, sejumlah fasilitas seperti kursi dan meja di RTH pun tiba-tiba berkurang, selain itu tempat ayunan dan bandulan rusak.
Sejumlah kursi dan meja RTH tersebut tidak lengkap lagi.
Bahkan jumlah kursi yang hilang itu semakin bertambah karena dibagian tengah dan utara sudah hilang.
Awalnya setiap 4 kursi ada 1 mejanya. Kini malah hanya tinggal dua kursi saja dan meja sudah tidak ada.
"Memang awalnya senang ada satu shet kursi lengkap sama mejanya karena bisa dibuat ngobrol dan ngopi bersama temannya," kata Yahya, warga asal Curahmalang, Kecamatan Rambipuji, Jember.
Fasilitas yang ada di RTH Balung itu selain kursi dan meja, juga ada permainan anak yakni bandulan dan ayunan.
Terapi ayunannya sudah lama dibiarkan rusak dan mainan seperti bandulan temlat duduknya dibiarkan lama rusak.
Ada yang kursinya lengkap, tapi mejanya hilang. Ada juga kursi yang hanya tinggal dua dan mejanya juga hilang.
Walau fasilitas sudah tidak selengkap yang pertama ada, RTH Balung masih menjadi tempat favorit warga sekitar.
Sebelumnya, warna meja dan kursi dari besi itu terlihat kusam.
Kini terlihat Fasilitas publik yang sempat dicat putih, hitam, kuning, hingga biru sudah buram.
Sayangnya, fasilitasnya ada yang berkurang. Yaitu meja dan tempat duduk.
“Seharusnya warga juga ikut menjaga fasilitas publik,” kata warga asal Kecamatan Rambipuji itu.
Apalagi, RTH itu sebagai tempat bermain anak-anak tetapi ayunan dan bandulan sudah rusak.
Hal lain disampaikan ibu pedagang kopi mengaku kalau kursi yang hilang itu kadang tertimpa pohon ambruk.
"Kalau kursi yang hilang itu bukan diambil, tetapi diamankan di kantor RTH yang tidak jauh dari tempat lesehan karena memang rusak," pungkasnya.(jum).
Editor : M. Ainul Budi