AJUNG, Radar Jember - Suasana Lapangan Ajung, Jember, pada Sabtu (14/9) lalu cukup cair, hangat dan penuh tawa.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait, hadir untuk membuka Pasar Murah yang digelar sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok.
Seusai meninjau dan membuka pasar murah itu, pemandangan tidak biasa tersaji.
Pasar murah pagi itu memang ramai sejak awal, namun kegembiraan warga memuncak saat Gubernur Khofifah dan Bupati Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, beranjak dari lokasi.
Keduanya kemudian kompak berjalan menuju deretan pedagang UMKM, dan berhenti tepat di depan gerobak cilok milik dua orang pedagang cilok saat itu.
“Bapak, saya beli ciloknya,” celetuk Gubernur Khofifah sambil tersenyum lebar, membuat suasana seketika santai.
Tanpa pikir panjang, Gubernur Khofifah dan Gus Fawait pun sepakat memborong habis semua cilok dari dua gerobak tersebut. Transaksi yang dilakukan dengan suasana riang itu membuat kedua pedagang cilok terkejut sekaligus bahagia.
“Saya borong semuanya, yah. Nanti dikasihkan ke warga-warga sini,” tambah Khofifah, diikuti ajudannya yang merogoh beberapa lembar pecahan Rp100 ribuan, diberikan kepada dua pedagang cilok beruntung itu.
Gus Fawait, yang dikenal memiliki kedekatan dengan rakyat Jember, langsung menyambutnya dengan candaan. "ini gubernur kita, memborong cilok,” sahut Gus Fawait, sambil menunjukkan ekspresi bangga dengan tangan jempolnya.
Masyarakat saat itu tidak sekedar menikmati traktiran cilok dari sang gubernur, beberapa dari mereka juga ada yang meminta untuk swafoto.
Momen santai dan penuh kedekatan ini menunjukkan bahwa program pemerintah, seperti pasar murah, tidak hanya harus fokus pada angka dan statistik, tetapi juga pada kehangatan interaksi dan senyum masyarakat.
“Senangnya bisa foto bareng bu gubernur dan ditraktir cilok,” sahut seorang ibu-ibu sambil melambai-lambaikan ponselnya.
Editor : M. Ainul Budi