Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Smartboard Canggih Bantuan Presiden Prabowo Masuk Sekolah di Jember, Belajar Jadi Lebih Interaktif

Sidkin • Selasa, 14 Oktober 2025 | 13:10 WIB
LEBIH INTERAKTIF: Guru SDN Jember Lor 04 mengajar dengan memanfaatkan smartboard, layar canggih yang terintegrasi bantuan dari Presiden Prabowo di salah satu kelas, kemarin.
LEBIH INTERAKTIF: Guru SDN Jember Lor 04 mengajar dengan memanfaatkan smartboard, layar canggih yang terintegrasi bantuan dari Presiden Prabowo di salah satu kelas, kemarin.

Radar Jember – Pemerintah terus mendorong transformasi digital di dunia pendidikan dengan membagikan perangkat Smartboard ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat mutu pembelajaran melalui teknologi.

Di seluruh Indonesia, ditargetkan sebanyak 330 ribu sekolah yang akan menerima bantuan Smartboard.

Tujuannya untuk mendukung metode pembelajaran interaktif dan merata, termasuk di wilayah pelosok.

Harapannya, teknologi ini bukan sekadar alat bantu mengajar, tapi juga menjadi jembatan kolaborasi antarsekolah.

Salah satu sekolah yang mulai merasakan manfaat program tersebut adalah SDN Jember Kidul 04 Jember.

Sejak awal Oktober, satu unit Smartboard telah digunakan dalam proses belajar mengajar secara bergiliran.

Kepala sekolah Musriah menjelaskan, perangkat tersebut digunakan oleh 12 kelas secara terjadwal setiap minggu agar semua siswa mendapat kesempatan yang sama.

Smartboard ini datangnya hari Rabu tanggal 1 Oktober. Karena hanya satu unit, setiap kelas harus bergiliran,” ujarnya.

Pemanfaatan Smartboard ini menjadi solusi di tengah keterbatasan perangkat LCD yang dimiliki sekolah.

Meski pembelajaran daring tidak selalu dijalankan, sekolah mulai memperluas penggunaan media digital sebagai sarana pendukung belajar.

“Kami tidak punya LCD dalam jumlah banyak. Hanya ada empat. Jadi Smartboard ini sangat membantu guru menyampaikan materi secara bergantian,” terang Musriah.

Tak hanya untuk kegiatan internal, Musriah menyebut ada rencana pemanfaatan Smartboard untuk memperluas jangkauan pembelajaran.

Sekolahnya ingin membuka ruang studi banding atau studi tiru dengan sekolah lain agar proses belajar lebih terbuka.

Namun, karena ini masih baru, pihak sekolah bakal mempelajari lebih lanjut.

Melalui teknologi ini, sekolah berharap pembelajaran ke depan bisa saling terhubung dengan lembaga pendidikan lain.

Program ini bukan hanya soal layar sentuh canggih di depan kelas, tapi juga peluang memperluas jejaring pembelajaran.

“Kalau sudah siap, kami ingin pembelajaran lewat Smartboard ini bisa saling connect dengan sekolah lain,” terangnya.

Sementara itu, Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dispendik Jember Muh Zainuri menjelaskan, bantuan Smartboard untuk jenjang SD sudah diterima beberapa sekolah.

Bantuan dari Presiden berupa papan interaktif digital itu disalurkan oleh pemerintah pusat ke daerah secara bertahap. Prosesnya melalui Dapodik.

"Jadi sekolah bisa klik menyetujui menerima itu atau menolak. Ketika menerima, Smartboard akan langsung dikirim ke sekolah, tetapi secara bertahap," jelasnya.

Dia belum bisa memastikan ada berapa SD yang sudah menerima Smartboard tersebut.

Pihaknya masih terus melakukan pendataan melalui pengawas di masing-masing kecamatan.

 "Tapi, insyaallah semua SD dapat," jelasnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#smartboard #Jember #Presiden Prabowo #Pembelajaran Digital #transformasi digital #Dispendik Jember