Radar Jember – Hujan lebat dan angin kencang terjadi di Jember dalam beberapa hari terakhir. Ke depan masih berpotensi terjadi lagi.
Akibat cuaca ekstrem itu, ombak di laut selatan besar hingga membuat pinggiran pantai terus abrasi.
Sementara di kawasan kota, sejumlah pohon terpantau tumbang.
Di laut selatan, puluhan warung rusak, di pinggir Pantai Cemara, Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger.
Ini setelah diterjang gelombang ombak saat air laut pasang dan terjadi saat hujan dan angin.
Kini, warung milik warga sekitar terus berkurang bahkan jumlahnya sudah tidak seperti beberapa bulan lalu.
Di pantai ini, banyak pemilik yang memilih tidak memperbaiki warungnya karena rusak akibat dihantam ombak besar.
Bahkan, ada warga yang berkali-kali pindah lokasi, tetapi warungnya rusak lagi, karena pinggir pesisir tergerus air laut.
Bukan hanya itu, puluhan tanaman pohon cemara sebagai pelindung dan peneduh, satu persatu hilang karena roboh.
Abrasi yang terjadi kini kian mengancam warga. Bukan saja warung, rumah warga juga terancam.
Baca Juga: Panas Ekstrem 34 Derajat! BMKG: Jember Akan Alami Fenomena Hari Tanpa Bayangan Mulai 10 Oktober
Warga sekitar pantai cemara ini pun berharap agar pemerintah, Bupati Jember maupun dinas terkait, bisa turun ke lokasi dan membangun tangkis di sekitar muara sungai yang menjadi tempat keluar masuknya jukung atau kapal nelayan.
Harapan itu disampaikan warga agar abrasi tidak terus terjadi, karena bisa mengancam rumah-rumah warga.
Guna mencegah kemungkinan terjadinya ombak yang lebih besar dan mencegah abrasi lagi, warga memasang jumbo bag yang diisi pasir, bantuan dari warga Sidoarjo.
Warga juga berharap agar pemerintah daerah juga memberikan bantuan. Misalnya, membangun tangkis sungai.
“Kalau pemerintah daerah tidak membantu, bisa mengusulkan ke pemerintah provinsi. Kalau provinsi tidak juga membantu, bisa mengusulkan ke pemerintah pusat,” kata warga setempat di Pantai Cemara.
Reni, 55, warga sekitar, mengaku sejak terjadi gelombang tinggi warung dan tempat parkir juga tergerus.
Bahkan hingga mendekati rumah-rumah warga yang lokasinya tak jauh dari muara sungai.
“Beruntung, kemarin ada bantuan 80 jumbo bag. Akhirnya di pasang di bagian depan warung dan di sekitar tempat parkir,” ucapnya.
Bantuan jumbo bag itu dari salah satu rekannya yang peduli dengan kondisi warung dan rumah warga yang terancam asal Sidoarjo.
Pemasangan jumbo bag itu dilakukan di bagian depan warung dan di tengahnya juga dipasang sesek dari bambu.
Sementara jumbo bag yang diisi pasir itu juga dipasang di bagian belakang sesek di sekitar tempat parkir.
“Ombak terus menghantam hingga mendekati tempat parkir mobil. Sekarang juga ada pondasi rumah warga yang terancam. Sehingga sebagian dipasang di sekitar dapur rumah warga itu karena semakin habis akibat tergerus ombak,” katanya.
Pak Reni juga menyebut, rekannya juga berencana akan memberi jumbo bag lagi, saat ada angkutannya yang ke wilayah Puger.
“Alhamdulillah dengan bantuan puluhan Jumbo bag dari teman itu bisa tenang,” katanya.
Sementara itu, Sajib, pemilik warung asal Dusun Getem, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, mengaku sejak warung miliknya warga rusak, tidak ada perhatian dari pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, pemerintah provinsi maupun pusat.
“Jangankan membantu, pemerintah datang saja tidak pernah,” katanya.
Dia menyebut, warga sekitar rata-rata mempunyai warung di Pantai Cemara dan sebagian menjadi nelayan.
Para pedagang juga berharap agar pemerintah daerah mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi atau pusat, agar kondisi itu tidak semakin parah.
“Bisa juga ini kalau terus tergerus akan sampai ke jalur lintas selatan (JLS). Kalau itu terjadi, berarti bangunan di selatan JLS bisa rusak semua,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Jember Indra Tri Purnomo, menyebut ada, hujan lebat yang terjadi kemarin (10/13) membuat belasan dilaporkan tumbang.
Bahkan, di Jalan Jawa, lingkungan Tegal Boto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, mengakibatkan korban hingga cedera serius akibat pohon tumbang.
“Sekarang semua tim masih penanganan di lapangan, laporan lengkapnya belum dibuat, kami masih fokus menangani lokasi yang ada korban,” tuturnya.
Indra mengimbau kepada seluruh warga agar berhenti berkendara saat hujan lebat dan angin kencang.
Demi menghindari kemungkinan terjadinya pohon tumbang.
Dikatakan, meski terlihat kokoh, pohon besar bisa jadi sudah lapuk, sehingga berbahaya ketika terjadi hujan dan angin kencang.
“Info dari BMKG, prakiraan cuaca untuk besok dominan cerah, tapi ada potensi hujan lokal di sore hari, jadi warga perlu tetap waspada,” pungkasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh