Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Musim Hujan Datang, Pohon Kota Jember Jadi Bom Waktu: DPRD Minta Pemerintah Tak Tunggu Korban

Sidkin • Senin, 13 Oktober 2025 | 13:30 WIB
“Seharusnya perawatan pohon itu jadi rutinitas, bukan tindakan ketika ada kejadian saja.” HANAN KUKUH RATMONO, Anggota Komisi C DPRD Jember.
“Seharusnya perawatan pohon itu jadi rutinitas, bukan tindakan ketika ada kejadian saja.” HANAN KUKUH RATMONO, Anggota Komisi C DPRD Jember.

Radar Jember - Pohon-pohon peneduh jalan yang seharusnya menjadi pelindung dan penyejuk kota kini justru berubah menjadi ancaman saat musim hujan dan angin kencang tiba.

Banyak di antaranya sudah lapuk, keropos, dan nyaris tumbang karena minim perawatan.

Tak sedikit pula yang kondisinya memburuk akibat ulah manusia.

Ketika hujan deras datang, batang-batang rapuh itu dengan mudah patah dan tumbang.

Anggota Komisi C DPRD Jember Hanan Kukuh Ratmono menilai situasi ini tak bisa dibiarkan begitu saja.

Ia menyoroti kurangnya kesadaran masyarakat dan lemahnya pengawasan terhadap kondisi pohon-pohon tua di sejumlah ruas jalan kota.

“Pohon itu peneduh. Tapi karena abai, akhirnya jadi sumber bahaya,” ujarnya, kemarin.

Hanan mengaku kerap melihat sendiri bagaimana masyarakat membakar sampah di bawah pohon.

Panas dari api perlahan membuat batang pohon mengering dan keropos.

Ketika angin kencang datang, kondisi pohon yang sudah rapuh itu tidak lagi mampu bertahan.

Ia menyebut praktik ini bukan sekadar ceroboh, tapi juga mengancam keselamatan.

Lebih parah lagi, Hanan menyebut ada pihak-pihak yang sengaja membakar bagian batang atau akar pohon dekat tempat usaha.

Ia menduga modus itu dilakukan agar pohon perlahan mati dan tumbang.

Bisa jadi karena dianggap mengganggu pandangan, menghalangi area parkir, atau menambah biaya perawatan lingkungan sekitar.

“Modus seperti ini bukan cerita baru. Sayangnya, jarang ada yang benar-benar menindak,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran kolektif masyarakat masih sangat minim.

Menurut Hanan, di banyak negara, pohon justru diperlakukan sebagai aset berharga.

Begitu ada tanda-tanda keropos, petugas segera melakukan perawatan atau perempesan.

Sementara di Jember, perawatan pohon seringkali hanya dilakukan ketika ada laporan tumbang.

“Seharusnya perawatan pohon itu jadi rutinitas, bukan tindakan ketika ada kejadian saja” kata Politisi Partai Gerindra itu.

Ia menegaskan pentingnya monitoring lapangan secara rutin untuk mencegah insiden pohon tumbang di kemudian hari.

Hanan menambahkan, pihaknya tengah merencanakan inspeksi mendadak ke sejumlah titik rawan, meski masih dalam tahap koordinasi.

Komisi C juga berencana akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Dinas Perhubungan Jember untuk membahas langkah mitigasi.

Ia berharap, masyarakat juga ikut menjaga, bukan justru mempercepat kerusakan pohon.

“Kalau bisa dipertahankan, harus dipertahankan. Pohon yang kita tanam hari ini, manfaatnya untuk anak cucu nanti,” ujarnya. (kin/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#DPUBMSDA #Jember #DPRD jember #pohon tumbang #penanganan bencana