Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

PKB Serap Aspirasi Wisata Jember: Banyak Program Mandek, PAD Daerah Terancam Tak Tumbuh

Sidkin • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:15 WIB
JADI MASUKAN: Dialog dan serap aspirasi publik yang dilakukan oleh DPC PKB Jember melibatkan sejumlah tokoh, akademisi hingga pegiat wisata di DPRD Jember, Kamis (9/10).
JADI MASUKAN: Dialog dan serap aspirasi publik yang dilakukan oleh DPC PKB Jember melibatkan sejumlah tokoh, akademisi hingga pegiat wisata di DPRD Jember, Kamis (9/10).

Radar Jember – Sektor pariwisata di Jember tengah menghadapi persoalan serius.

Banyak potensi wisata yang belum tergarap optimal, sementara program yang pernah digagas bersama pelaku wisata sebelumnya, malah kini tak lagi berjalan.

Situasi ini semakin pelik di tengah keterbatasan anggaran daerah yang membutuhkan sumber pendapatan baru.

Padahal, pariwisata dinilai mampu menjadi salah satu tumpuan penting untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jember Hasti Utami menyebut, kondisi ini sebagai kemunduran dalam kolaborasi pembangunan sektor wisata.

Ia menyayangkan munculnya “politisi pariwisata” yang menurutnya lebih sibuk mengurus kepentingan sendiri ketimbang membangun kerja bersama.

Sebelumnya, banyak pelaku wisata aktif terlibat bersama pemerintah untuk mengembangkan beragam destinasi.

Namun kini, mereka lebih memilih fokus pada bisnis masing-masing.

“Sebelumnya kami aktif berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Jember,” ujarnya seusai menghadiri serap aspirasi publik yang digelar Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPRD, Kamis (9/10).

Ia juga menyesalkan hilangnya sejumlah program pariwisata yang pernah dijalankan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Wisata Kampung Belgia di Kebun Sumberwadung, Kecamatan Silo, misalnya, kini berubah nama menjadi Wisata Edukasi Sumberwadung tanpa melanjutkan konsep awalnya.

Padahal, program tersebut dirancang sebagai proyek percontohan agrowisata heritage yang bisa ditiru oleh kebun lain.

“Padahal Kampung Belgia bukan sekadar destinasi, tapi pilot project untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kebun,” katanya.

Selain itu, program Tur Bus Jelita (Jember Keliling Kota) yang memperkenalkan destinasi wisata baru juga dihentikan.

Hasti berharap aspirasinya tidak sekadar menjadi catatan, melainkan benar-benar diperjuangkan di tingkat kebijakan.

Ia meminta DPRD, khususnya Fraksi PKB, ikut memastikan keberlanjutan program wisata yang sudah ada.

Menurutnya, pariwisata adalah salah satu solusi penting di tengah keterbatasan anggaran.

“Pariwisata adalah solusi untuk pengentasan kemiskinan, terlebih pada masa efisiensi seperti sekarang. Pariwisata juga bisnis bermodalkan kreativitas yang diharapkan bisa jadi tumpuan bagi Jember,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua DPRD Jember dari PKB, Fuad Akhsan, menyatakan apresiasinya atas masukan dari berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, hingga pegiat wisata.

Menurutnya, pariwisata bisa berdampak besar.

Bukan hanya terhadap PAD, tapi juga pada ekonomi lokal.

Masyarakat sekitar destinasi bisa ikut merasakan manfaat secara langsung melalui UMKM dan lapangan kerja.

“Ada masukan dari pegiat pariwisata tentang beberapa destinasi wisata yang bisa mengangkat PAD di Kabupaten Jember. Kami akan tindaklanjuti,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menekankan pentingnya forum serap aspirasi sebagai ruang mendengar langsung keluhan dan masukan masyarakat.

Menurutnya, langkah ini penting agar sebelum pembahasan APBD, dewan juga melibatkan masyarakat serta pelaku sektor terkait.

“Ini akan terus dilakukan oleh teman-teman fraksi agar proses seperti ini lebih mendekatkan dewan kepada masyarakat,” katanya.

Ayub menambahkan, sektor pariwisata memiliki peluang besar untuk menjadi penopang PAD Jember.

Diperlukan kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mengambil langkah strategis dalam pengelolaan potensi daerah.

Pemerintah, DPRD, dan pelaku wisata harus bergerak dalam satu arah untuk mengoptimalkan peluang yang ada.

“Apa yang baik ini, ayo dilanjutkan. Perkara ada yang buruk, ya, ayo diperbaiki bersama,” pungkasnya. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #sektor pariwisata #DPRD jember #pad #fraksi pkb