SUMBEREJO, Radar Jember – Kondisi pembangunan break water atau yang biasa disebut pemecah ombak di pantai Payangan, Dusun Watu Ulo, Desa Sunberejo, Kecamatan Ambulu, Jember yang menghabiskan dana tidak sedikit itu kembali ambrol.
Sebelumnya break water atau pemecah ombak itu ambrol akibat hantaman ombak terjadi pada Jumat (4/10) tahun 2024 lalu.
Proyek dengan anggaran senilai Rp 33,9 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan itu kembali rusak atau ambrol.
Awalnya pembangunan proyek Break Water dari dana APBD Propinsi itu agar nelayan yang hendak keluar masuk saat nelayan bisa nyaman.
Namun harapannya beda, kondisi break water yang pernah dilakukan perbaikan itu kembali hancur.
Ombak besar terus menghantam tumpukan batu dan pemasangan segitiga dari beton yang menjulur kelaut.
Bukan hanya break water yang hancur tetapi pengaman yang ada disekitar gunung samboja ikut ambrol.
Parto, warga setempat mengaku kalau ambrolnya pembangunan break water itu sebelumnya pernah putus akibat hantaman ombak pantai selatan.
"Bahkan pernah putus hingga menjadi dua bagian, sehingga tumpukan batu diproyek itu terbawa ombak dan berserakan. Sehingga dilakukan untuk perbaikan yang kedua kalinya, itupun tidak bertahan lama," kata Parto.
Awalnya pembangunan Break water itu agar nelayan yang hendak melaut bisa keluar masuk dengan nyaman.
Tetapi pembangunan break water itu kembali hancur. Dibagian tengah sudah hampir putus lagi akibat dihantam ombak.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember dilokasi tumpukan batu besar yang sudah tertata dengan rapi itu berserakan. Bahkan break water itu sudah hampir putus lagi.
Tumpukan batu besar yang sudah terpasang dengan pengaman dari segitiga beton itu berserakan dipinggir pantai.(jum).
Editor : M. Ainul Budi