Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Reaktor Pirolisis Cerdas Ubah Limbah Kopi & Tembakau Jadi Insektisida Ramah Lingkungan, Inovasi IN-CT Gen 2 Dosen Universitas Jember

Linda Harsanti • Kamis, 9 Oktober 2025 | 01:50 WIB
Photo
Photo

Jember, Radar Jember – Indonesia sebagai salah satu produsen utama pada komoditas kopi dan tembakau dunia menemui tantangan dalam pemanfaatan limbah kopi dan tembakau yang kurang maksimal.

Dosen Universitas Jember, Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M Eng. ASEAN., Prof. Dr. Ir Soni Sisbudi Harsono, M. Eng., Eka Tiyas Anggraeni S.T, M.T bersama dengan tim mahasiswa Refi Zullia Fardani, S.T., Ahmad Juan Rizky, Afandi Irza Firmansyah, Dhio Najasyi Dianta, dan Aditya Candra Satria mengembangkan sebuah inovasi reaktor pirolisis generasi kedua yang disebut dengan IN-CT Gen 2. Prototipe tersebut dikembangkan guna mengubah limbah kopi dan tembakau menjadi insektisida alami berbasis bio oil, sekaligus berperan dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

IN-CT Gen 2 hadir sebagai solusi keterbatasan prototipe generasi pertama yang masih mengandalkan kontrol PID sederhana. Kini, reaktor generasi kedua dilengkapi dengan sistem kendali yang mengkombinasikan Internet of Things (IoT) dengan logika fuzzy dan Deep Learning, memungkinkan pengaturan suhu dan waktu pirolisis secara adaptif dan real time. Inovasi ini mampu meningkatkan efisiensi konversi biomassa dan menghasilakan senyawa bioaktif seperti fenol dan asam asetat yang bermanfaat mencegah hama tanaman, tanpa ada efek samping berbahaya.

Photo
Photo

Solusi Cerdas, Berdampak Luas

Merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2023, mencatat produksi kopi nasional mencapai 773 ribu ton dan tembakau 175 ribu ton per tahun. Dimana sekitar 30% - 40% hasil produksi berakhir sebagai limbah organik yang dapat berpotensi mencemari lingkungan. 

“Limbah kopi dan tembakau bukan lagi beban, namun sebuah peluang emas” ujar tim pengembangan dari Fakultas Teknologi Pertanian UNEJ ketika IN-CT Gen 2 muncul sebagai solusi pengembangan, memanfaatkan kandungan senyawa aktif pada limbah kopi dan tembakau seperti kafein, asam klorogenat, dan nikotin yang tidak dipungkuri telah terbukti efektif sebagai insektisida nabati. 

Prototipe ini didesain dengan modular hemat energi, sensor suhu dan kelembaban yang terintegrasi dengan IoT, serta dilengkapi dengan aplikasi monitoring jarak jauh. Model ini mampu mengolah 5 kg limbah per batch yang dikombinasikan dengan algoritma Deep Learning seperti LSTM guna memperkirakan kestabilan selama proses berlangsung. Dengan keuntungannya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca berdampak pada ekosistem.

Photo
Photo

Secara komersial, hasil reaktor ini berpotensi memiliki peminat yang sangat luas, mulai dari petani, koperasi tani, UMKM yang berfokus pada pengolahan hasil pertanian, hingga institusi riset. Adopsi model bisnis kombinasi Business to Business (B2B) dan Business to Institution (B2I), dengan pendapatan dari penjualan unit reaktor, layanan pasca-penjualan (pelatihan dan pemeliharaan), dan skema lisensi. Proposisi nilai utama: teknologi terjangkau yang mendukung pertanian organik, lengkap dengan pelatihan dan dukungan teknis 24/7.

Lingkungan sosial dapat terbantu dengan pengurangan ketergantungan masyarakat terhadap pestisida kimia yang berdampak merusak kesehatan dan lingkungan.

Inovasi ini diharapkan menjadi model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas lagi, mendukung visi Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian (RIPP) Universitas Jember dalam pengembangan teknologi sumber daya lokal guna solusi cerdas berkelanjutan di sektor agroindustri.

 

Editor : Linda Harsanti
#Jember #Universitas Jember #Inovasi #Limbah Tembakau #limbah kopi