Radar Jember - Peringatan Hari Rabies Sedunia di Jember tahun ini tidak hanya diwarnai dengan kegiatan vaksinasi hewan peliharaan, tetapi juga sterilisasi kucing.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya yang resah dengan populasi kucing liar yang terus meningkat di lingkungan sekitar.
Dengan pengendalian populasi, ekosistem yang lebih sehat diharapkan dapat tercipta, sekaligus meminimalkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.
Sterilisasi kucing digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember bersama Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Sterilisasi ini dilakukan dengan pembedahan oleh dokter hewan, baik pada kucing jantan maupun betina.
Pada jantan, testis diangkat, sementara pada betina ovarium dan rahim harus dibedah untuk menghentikan kemampuan reproduksi.
Kali ini ada 30 kucing yang dilakukan pembedahan.
Perinciannya sepuluh jantan dan 20 betina.
Kepala DKPP Jember Widodo Julianto menegaskan, sterilisasi bukan hanya soal mengendalikan jumlah kucing, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang signifikan.
Sterilisasi bisa menurunkan risiko kanker dan infeksi, serta membantu mengurangi perilaku agresif dan birahi pada kucing.
Dengan demikian, kucing menjadi lebih sehat, jinak, dan ramah terhadap lingkungan tempat mereka hidup.
Selain manfaat medis, sterilisasi juga dianggap solusi jangka panjang untuk mengurangi gangguan akibat kucing liar.
Selama ini, tingginya populasi yang tidak terkontrol sering menimbulkan masalah.
Mulai dari suara gaduh, perkelahian antar kucing, hingga pencemaran lingkungan.
"Banyak keluhan dari masyarakat mengenai keberadaan kucing liar. Makanya, sterilisasi ini kami lakukan agar populasi kucing lebih terkontrol. Sehingga tidak hanya hewan peliharaan yang lebih sehat, tetapi juga lingkungan yang lebih nyaman dan aman dari potensi penyebaran penyakit," jelasnya.
Widodo menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan hewan.
“Kami ingin masyarakat paham, bahwa merawat hewan peliharaan bukan hanya dengan memberi makan, tapi juga memastikan mereka tidak menularkan penyakit,” tegasnya. (kin/dwi)
Sterilisasi Kucing: Sehat, Tenang, dan Terkendali
- Menjaga Kesehatan Kucing
- Mengurangi risiko kanker rahim dan kanker testis.
- Mencegah infeksi saluran reproduksi.
- Kucing lebih panjang umur dan jarang stres.
- Mengurangi Perilaku Agresif
- Jantan lebih tenang, tidak sering berkelahi.
- Betina tidak gelisah saat masa birahi.
- Mengurangi kebiasaan menandai wilayah (spraying).
- Membantu Pengendalian Populasi
- Mencegah lahirnya anak kucing tak terurus.
- Mengurangi jumlah kucing jalanan.
- Membantu menjaga keseimbangan ekosistem.
- Lebih Nyaman untuk Pemilik
- Kucing tidak kabur mencari pasangan.
- Rumah lebih bersih tanpa bau urine tajam.
- Perawatan sehari-hari lebih mudah.