Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tragedi Ponpes Al Khoziny Jadi Pelajaran, Kemenag Jember Perketat Asesmen Keamanan Pesantren

M Adhi Surya • Kamis, 9 Oktober 2025 | 14:00 WIB
 “Jember dikenal sebagai kota pesantren, dan tanggung jawab kami memastikan semua lembaga yang beroperasi terdata, layak, dan aman bagi santri. AKHMAD MUSTAIN BILLAH, Kasi PD Pontren Kemenag Jember.
 “Jember dikenal sebagai kota pesantren, dan tanggung jawab kami memastikan semua lembaga yang beroperasi terdata, layak, dan aman bagi santri. AKHMAD MUSTAIN BILLAH, Kasi PD Pontren Kemenag Jember.

Radar Jember - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember memastikan proses asesmen terhadap pondok pesantren di wilayahnya terus dilakukan secara berkala.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu pendidikan keagamaan sekaligus memastikan kelayakan sarana dan prasarana (sarpras) di setiap lembaga pesantren.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Jember, Akhmad Mustain Billah, mengatakan, asesmen tidak hanya difokuskan pada bangunan fisik.

Namun, juga mencakup model pembelajaran, tenaga pendidik, serta sistem pengasuhan yang diterapkan di masing-masing pesantren.

“Pada prinsipnya, kami bertugas melakukan kontrol secara rutin. Tidak hanya pada sarana dan prasarana, tapi juga pada aspek pendidikan dan pengasuhan yang menaungi santri,” ujarnya.

Mustain menegaskan, pemantauan dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui sistem digital dan kunjungan lapangan langsung.

Melalui sistem BAP Emis, setiap pesantren diwajibkan memperbarui dokumentasi sarpras secara berkala.

Data ini menjadi acuan bagi Kemenag untuk melihat kondisi terkini bangunan, kapasitas ruang belajar, dan kelengkapan fasilitas penunjang lainnya.

Selain sistem, tim Kemenag juga secara langsung melakukan visitasi ke pesantren.

Dalam kunjungan tersebut, petugas menilai secara menyeluruh kondisi fisik bangunan, sanitasi, hingga kesesuaian aktivitas pembelajaran dengan kurikulum yang berlaku.

“Pendekatan ini kami lakukan agar hasil asesmen lebih objektif dan terukur,” tambahnya.

Mustain menyebut, kejadian yang menimpa Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo beberapa waktu lalu menjadi pengingat penting akan pentingnya asesmen yang berkesinambungan.

Meskipun bukan untuk menakut-nakuti, peristiwa itu menjadi evaluasi agar pesantren di Jember tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesiapsiagaan.

Saat ini, terdapat 773 pesantren yang terdata secara resmi di sistem Nomor Statistik Pesantren (NSP).

Namun, di luar itu masih ada sejumlah pesantren yang sedang dalam proses asesmen sebelum dinyatakan memenuhi standar administrasi dan kelayakan sarpras.

“Jember dikenal sebagai kota pesantren, dan tanggung jawab kami memastikan semua lembaga yang beroperasi terdata, layak, dan aman bagi santri. Asesmen ini bukan sekadar kewajiban administratif, tapi bentuk tanggung jawab bersama menjaga mutu pendidikan keagamaan,” pungkas Mustain. (dhi/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#ponpes #kemenag jember #Ponpes Al Khoziny #Pesantren