Radar Jember – Namanya saja lesehan.
Tidak mungkin orang akan duduk diam selama setengah hari, dengan bersila atau bersimpuh.
Jika dipaksa, bisa jadi kesemutan alias kram.
Kadang, ada yang harus berselonjor dan tiduran.
Sesekali ada juga siswa yang tertidur di lantai saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Pemandangan ini terjadi di SDN Kaliglagah 03 di Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru.
Hampir setahun, siswa tiga kelas KBM dengan lesehan.
Ini terpaksa dilakukan hingga kemarin (6/10) setelah tiga ruang kelasnya tidak bisa ditempati karena ambruk, pada hari Jumat (15/11/2024) lalu.
Seperti siswa kelas 1A yang mengikuti pembelajaran di ruang kepala sekolah yang dipasang karpet ini.
Di situ, Yayuk, guru kelas 1 mengatakan, sejak tiga ruang kelas ambruk, siswa KBM dengan lesehan.
Menurutnya, banyak siswa mengeluh capek, bahkan kadang selonjor.
Bukan hanya itu siswa kadang ada yang tertidur karena capek.
"Saya juga ikut lesehan kadang berdiri saat memberikan pembelajaran kepada siswa. Kadang duduk dan kalau capek kadang kaki selonjor," kata Yayuk.
Bukan hanya kelas 1 tetapi ada dua kelas yang mengikuti pembelajaran dengan lesehan.
Yakni kelas 4 dan 5 juga KBM lesehan di ruang perpustakaan dan di musala sekolah.
"Saya berharap ambruknya tiga ruang kelas itu menjadi prioritas Dinas Pendidikan Jember untuk melakukan pembangunan. Kasihan kalau siswa mengikuti pembelajaran dengan lesehan. Dengan lesehan, juga kurang maksimal dan anak-anak juga tidak semangat," kata Yayuk.
Dikatakan, belajar dengan lesehan banyak yang mengaku pinggangnya sakit.
Anak-anak juga bosan sehingga belajar kadang sambil selonjor.
“Ada juga yang tertidur karena capek,” jelasnya.
Kepala SDN Kaliglagah 03 Wawan Hendro Purnomo mengatakan, siswa terpaksa KBM lesehan karena tidak ada ruang kelas lagi.
Untuk siswa kelas VI akhirnya menempati ruang kelas baru yang ditukar ruang kelasnya dengan kelas lain.
Sementara ruang guru dan ruang kepala sekolah menempati ruang darurat dan saat hujan deras dipastikan bocor.
“Ruang kelas 4 yang ambruk itu temboknya jadi satu dengan ruang guru. Tiga ruang kelas yang ambruk itu ruang kelas 4, 5, dan 6. Untuk ruang guru memang juga parah sehingga kalau hujan bocor semua. Mudah-mudahan segera ada perbaikan. Karena siswa dari tiga kelas itu mengaku capek dan bosan jika terus KBM lesehan,” pungkasnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, sejumlah siswa juga ada yang jongkok dan sesekali kakinya selonjor karena mengaku lelah.
Apalagi ruangannya sempit karena yang ditempati siswa kelas 1 itu adalah ruangan kepala sekolah.
Mereka berharap, segera ada pembangunan pada sekolah yang sudah kasat mata rusak. (jum/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh