Radar Jember - Suasana bahagia menyelimuti kediaman rumah Kiai Sanusi, seorang guru agama di Dusun Pondok Rampal, Desa Pondokjoyo, Kecamatan Semboro, Jember, Senin (6/10).
Di tengah musibah yang dideritanya, ada uluran tangan dari pendopo untuk membantu biaya kehidupannya sehari-hari, sebesar Rp 1,5 juta.
Maisaroh, istri Kiai Sanusi, penerima honor guru ngaji program Pemkab Jember, mengucap rasa syukur, Senin (6/10).
"Alhamdulillah, terimakasih sudah datang ke sini untuk mengantarkan," katanya.
Sejak beberapa pekan kemarin, Kiai Sanusi lebih banyak menghabiskan waktunya di pembaringan karena sakit yang dideritanya.
Di waktu yang sama, ia dijadwalkan mengikuti pencarian program honor guru ngaji dari Pemkab Jember, di kantor desa setempat, bersamaan dengan 59 guru ngaji lainnya di desa tersebut.
Namun, karena kondisinya yang tidak memungkinkan, pemerintah desa bersama pihak perbankan berinisiatif mengantarkan insentif ini langsung ke rumah Kiai yang telah mengajar sejak era 1970-an di lingkungannya itu.
Hanya cukup membubuhkan tanda tangan, penyaluran bantuan Rp 1,5 juta ini pun langsung disambut haru bahagia kiai dengan empat orang anak ini.
Kiai Sanusi diketahui telah mengajar agama di sebuah pesantren dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya selama puluhan tahun lamanya.
Selama beberapa kali menerima program insentif guru ngaji ini, ia merasa baru di periode Bupati Jember Muhammad Fawait ini lebih diperhatikan dengan pencairannya yang langsung datang ke rumah.
"Selama ini bapak sudah sering menerima program insentif ini, namun baru kali ini penyalurannya langsung ke rumah kami," tambah Maisaroh.
Inisiatif penyaluran secara door to door itu sebenarnya tidak diatur.
Bimo Arya Yudha, staf Bank Jatim Cabang Jember, menyebut bahwa mekanisme penyaluran para guru ngaji dikumpulkan di balai desa masing-masing, lalu tandatangan dan langsung dicairkan.
"Tapi karena panggilan nurani dan ini urusan kemanusiaan, kita antar saja ke baliaunya (Kiai Sanusi) yang kebetulan sedang sakit di rumahnya," kata Bimo.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Pondokjoyo Didik Saenullah menambahkan, total ada 59 guru ngaji yang dijadwalkan menerima program honor guru ngaji besutan Bupati Jember Muhammad Fawait tersebut.
Menurut dia, program ini tidak sekadar apresiasi bupati kepada guru ngaji, namun juga menyentuh nurani guru ngaji.
Terlebih jika model penyalurannya langsung di depan pintu rumah guru ngaji.
"Alhamdulillah, cara ini sangat memuliakan guru ngaji kita, apalagi yang sedang sakit seperti Kiai Sanusi ini. Semoga Kiai Sanusi segera diberikan kesehatan, dan Program Gus Bupati Fawait ini tahun depan menyentuh lebih banyak penerima lagi di desa ini," tambah Kades Sae itu, sapaan akrab Didik Saenullah.
Di kesempatan berbeda, Bupati Jember menegaskan penyaluran guru ngaji tahun ini tidak sekadar menjadi jumlah yang terbesar sepanjang sejarah dengan total 22 ribu.
Namun dalam penyalurannya dipastikan lebih terhormat dan lebih memuliakan guru ngaji.
"Kita tahu bersama, dedikasi guru ngaji sudah sejak sebelum Indonesia merdeka, mereka ikhlas mengajar. Sudah sepatutnya kita berikan apresiasi ini secara terhormat, bahkan kami berencana tahun depan penyaluran itu langsung ke rumah-rumah guru ngaji," tambah Gus Fawait. (mau/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh