Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satu Santri Jember Jadi Korban Jiwa, Satu Lagi Dirujuk Usai Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk

Yulio Faruq Akhmadi • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 14:00 WIB
EVAKUASI: Korban ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny, Moh. Fathur Ramadhani hendak dirujuk dari RS Siti Hajar Sidoarjo, menuju RSD Balung Jember, Kamis (2/10).
EVAKUASI: Korban ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny, Moh. Fathur Ramadhani hendak dirujuk dari RS Siti Hajar Sidoarjo, menuju RSD Balung Jember, Kamis (2/10).

Radar Jember - Tragedi ambruknya bangunan musala lantai tiga Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, menyisakan duka mendalam.

Termasuk bagi Jember yang dikenal sebagai Kota Pesantren.

Ada tiga santri asal Jember menjadi korban dalam kejadian naas tersebut.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Imam Firdausi, membenarkan informasi itu.

Satu korban atas nama Moh. Fathur Ramadhani, warga Bangsalsari, sudah dievakuasi ke RSD Balung untuk perawatan intensif.

Korban kedua adalah Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, meninggal dunia akibat luka berat yang dialami.

Jenazahnya langsung dimakamkan di Tanggul, Rabu (1/10) sekitar pukul 10.00.

Sedangkan korban ketiga Moh. Aqil asal Bangsalsari, namun informasinya masih simpang siur.

“Untuk Aqil ini kami belum bisa memastikan. Baik identitas maupun kondisinya masih kami kroscek. Tapi kalau memang dibutuhkan, ambulans dari Jember siap untuk penjemputan,” jelasnya.

Imam menambahkan, proses pemulangan Fathur dilakukan dengan menggunakan ambulans Puskesmas Tanggul.

Dua petugas diterjunkan, terdiri dari satu sopir dan satu tenaga medis.

“Rabu (1/10) petugas berangkat dari Jember untuk menjemput di RS Siti Hajar Sidoarjo. Kemudian pada Kamis (2/10), setelah ada kunjungan dari Kemenkes, Fathur kami bawa pulang ke RSD Balung,” ungkapnya.

Humas RSD Balung Rangga Andri Ekananta menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim medis RS Siti Hajar Sidoarjo sebelum penjemputan.

“Tenaga medis IGD kami standby penuh untuk memastikan kondisi pasien aman selama perjalanan. Kamar inap juga kami siapkan,” ujarnya.

Saat ini, kondisi Fathur dinyatakan stabil dan sadar.

Meski begitu, dia masih mengalami luka cukup berat.

“Bagian tangan kirinya cukup parah. Sedangkan kedua kakinya, terutama punggung kaki, juga mengalami luka. Korban sadar, tapi untuk bergerak masih harus menggunakan kursi roda,” terang Rangga.

Penting diketahui, musala Ponpes Al Khoziny di Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo ambruk Senin (29/8).

Jumlah korban ada 108 santri yang ditemukan, lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Sementara sebanyak 59 santri belum ditemukan, diduga masih di bawah bangunan. (yul/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Dinkes Jember #sidoarjo #santri #buduran sidoarjo #Musala Ambruk #Ponpes Al Khoziny