Radar Jember - Atlet berprestasi tidak bisa lagi diperlakukan sama seperti siswa reguler.
Beban latihan, pola makan, hingga jam istirahat, membuat mereka kesulitan mengikuti ritme pembelajaran di sekolah umum.
Inilah, salah satu usulan agar Jember menyiapkan kelas khusus bagi atlet, saat rakor penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) di Aula Pemkab Jember, Selasa (1/10).
Kasi Road Race Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jember, Ahmad Yusuf, mengatakan, banyak atlet usia dini yang sempat berprestasi.
Namun prestasinya menurun setelah masuk jenjang pendidikan menengah.
Penyebabnya, mereka harus membagi waktu antara belajar dengan latihan.
“Artinya atlet tidak bisa disamakan dengan siswa biasa, harus ada kelas khusus,” ujarnya.
Yusuf mencontohkan atlet IMI Jember, Ahmad Mushaddiq Hadafi, yang kini melanjutkan sekolah di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Menurutnya, jika melanjutkan pendidikan di Jember, maka Hadafi akan kesulitan mengikuti pelajaran.
Karena jadwal latihan berbenturan dengan jam belajar.
“Kalau sekolah full day, pagi sampai sore, atlet jelas tidak bisa. Pagi harus latihan, sore juga latihan. Harapannya bukan siswanya yang menyesuaikan sekolah, tapi sekolah yang menyesuaikan kebutuhan siswa,” bebernya.
Dikatakan, sekolah tempat Hadafi belajar, SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta, menyediakan tiga kelas yang khusus untuk para atlet dari berbagai cabor dan daerah.
Kelas khusus atlet itu memberi keleluasaan.
Siswa bisa fokus latihan dan hanya masuk sekolah jika tidak ada agenda tanding maupun latihan.
“Tidak ada absensi alfa, nilai akademik tetap ada diambil dari prestasi non akademik. Dengan begitu, mereka tidak tertekan dan bisa konsentrasi ke prestasi,” tegasnya.
Ketua Tim Penyusun DOD Jember, Kunjung Ashadi, menanggapi usulan tersebut.
Dia menilai langkah menghadirkan kelas khusus atlet relevan dalam olahraga modern.
Dosen Unesa itu memastikan, masukan tersebut akan dimasukkan dalam draf DOD.
“Persaingan olahraga sekarang sudah gila-gilaan, jadi tidak bisa lagi pakai cara biasa. Rutinitas, gizi, dan aktivitas atlet harus benar-benar dijaga,” jelasnya. (yul/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh