Radar Jember - Lebih dari tiga dekade Musriah mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Perempuan kelahiran Nganjuk itu memulai karier guru sejak 1991.
Pada 2016, ia dipercaya menjadi kepala sekolah di Jember hingga sekarang.
Selama kepemimpinannya, SDN Jember Kidul 04 ini menjadi lembaga yang sarat prestasi.
Dari ajang olahraga hingga akademik, siswa-siswinya kerap mengharumkan nama sekolah.
Karate, pencak silat, bulu tangkis, lomba matematika, bahasa Inggris, hingga paduan suara berhasil meraih piala.
Bahkan karya lukis siswa SDN Jember Kidul 04 sudah melangkah ke level nasional dan tercatat di platform Google.
Rekam jejak Musriah juga tak main-main.
Ia pernah terpilih sebagai guru teladan tingkat kecamatan, instruktur Kurikulum 2013, hingga kepala sekolah penggerak angkatan ke-3.
“Prestasi anak-anak ini lahir dari kerja sama guru, siswa, dan dukungan orang tua,” ujarnya.
Berbagai ekstrakurikuler disiapkan untuk menyalurkan bakat siswa.
Mulai pencak silat, tari, tilawah, paduan suara, lukis, hingga pramuka.
Di luar sekolah, orang tua juga mendukung anak-anak lewat klub masyarakat seperti sepak bola, renang, karate, hingga taekwondo.
Musriah menegaskan, sekolah bukan sekadar tempat belajar.
“Lebih dari itu, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang sehat, hangat, dan mendorong anak-anak berani bersaing,” jelasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh