Radar Jember – Konser Dewa 19, Denny Cak Nan, dan Asrilia yang digelar di Stadion Notohadinegoro, Minggu (28/9) malam, menyisakan kerusakan lapangan dan rumput yang cukup parah.
Bahkan, lapangan itu seperti sawah sehabis dibajak.
Ini menjadi tanggung jawab event organizing (EO) yang menghelat acara itu.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jember Edy Budi Susilo menegaskan, kerusakan stadion akibat konser menjadi tanggung jawab EO untuk memperbaikinya.
Menurutnya, lapangan dan rumput stadion itu akan segera diperbaiki.
“Segera diperbaiki secepatnya, (itu, Red) tanggung jawab EO,” tuturnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, proses bongkar barang pascakonser masih dilakukan hingga siang, kemarin (29/9).
Nah, lapangan sisi timur berubah seperti sawah sehabis dibajak.
Bahkan, ukurannya cukup luas.
Kerusakan terparah yakni karena kendaraan yang lalu lalang di dalam stadion, sehingga ban kendaraan menyisakan bekas sawah yang dibajak.
Tak hanya itu, aktivitas membakar sampah di dalam stadion juga dilakukan, hingga membuat tembok sisi utara tampak gosong.
Hal ini membuat pengamanan stadion harus lebih ekstra karena kerusakan yang diperbaiki, tetap menyisakan cacat, layaknya aspal yang ditambal.
Sementara itu, Hanan, warga sekitar menyebutkan, aset pemerintah yang disewakan selayaknya tetap diawasi secara ketat.
Sehingga kerusakan-kerusakan harus menjadi tanggung jawab si penyewa.
“Kalau kerusakan tidak diperbaiki penyewa, pemkab bisa rugi. Jadi penyewa atau EO memang perlu bertanggung jawab,” jelasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh