Radar Jember - Di balik gemerlap industri sepak bola Eropa, ada jejak tangan kreatif arek-arek Jember yang menembus batas benua.
Bukan dari kaki yang menendang bola, melainkan dari kain yang membalut pemain.
Jersey karya Noto Sportswear kini ikut bersaing di panggung internasional.
Noto Sportswear sudah bukan nama asing bagi klub-klub amatir di Jember dan sekitarnya.
Banyak tim bola lokal yang mempercayakan urusan jersey pada brand yang beralamat di Jalan Mastrip itu.
Namun, pelan tapi pasti, Noto bergerak lebih jauh.
Setelah berhasil membuka store di Malaysia, kini Noto menembus Benua Eropa dengan menggandeng klub asal Yunani.
Chief Operating Officer (COO) Noto Sportswear Rizky Adi Nugraha menuturkan, perjalanan itu dimulai pada Mei lalu.
Saat itu, ia mendapat kesempatan berharga dikenalkan dengan presiden klub AIO Mytilinis, tim legendaris asal Pulau Lesbos, Yunani.
“Ada teman yang mengenalkan saya ke presiden klub AIO, lalu saya coba kasih proposal penawaran. Alhamdulillah, mereka cocok,” kata Rizky.
Kesepakatan itu akhirnya diteken pada 15 Juli.
Tak butuh waktu lama, 13 Agustus, pengiriman perdana jersey Noto pun dilakukan.
Suatu kebanggaan, produk yang dibuat di Jember bisa dipakai pemain klub Eropa.
Ini juga menjadi sejarah Noto Sportswear sebagai brand Indonesia pertama yang menjalin kerja sama dengan klub Liga Yunani.
Kerja sama ini tidak main-main.
Noto dipercaya menyuplai seluruh apparel tim mulai jersey, jaket, training, hingga tas.
Merchandise untuk fans di Eropa tetap di-handle manajemen klub, tapi semua barang dikirim dari Jember.
“Sementara untuk Indonesia dan Asia Tenggara, distribusi dipegang penuh oleh kami,” kata Adi.
Adi menceritakan, pengiriman ke Eropa tidak mudah.
Sebab harus melewati Jakarta, transit di Dubai, lalu dicek ketat oleh bea cukai Yunani.
Bahkan, setiap produk wajib lolos sertifikasi azo-free, standar tekstil yang berlaku di seluruh Uni Eropa.
“Ini pengalaman pertama bagi kami untuk kirim ke Eropa. Butuh waktu tiga minggu lebih untuk sampai,” terangnya.
Salah satu tangan dingin dibalik kerja sama tersebut adalah Rivaldo Mahendra, dia adalah desainer jersey AIO Mytilinis untuk laga tandang.
Adi menuturkan, sebelum produksi, pihaknya melakukan riset dan pengembangan mendalam agar layak ekspor.
“Kita pengen tunjukkan kalau produk asli Jember bisa bersaing sampai luar negeri,” tambahnya.
AIO Mytilinis kini berada di kasta keempat liga Yunani, namun penting diketahui bahwa klub ini sebenarnya adalah klub liga dua.
Namun, karena rebranding, membuat klub tersebut harus memulai dari liga bawah.
“Namun, pemainnya dan jajaran pelatih masih sama dengan yang di liga dua,” tambah Adi.
Setelah Malaysia dan Yunani, Noto Sportswear berencana memperluas pasar ke benua lain.
“Sementara kami fokus ke satu klub ini, lalu ekspansi ke benua lain. Kami pengen nama Noto dan nama Jember ikut berkibar,” pungkasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh