Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Heboh Dugaan Keracunan MBG di Jember, 16 Siswa SD Muntah Usai Temukan Ulat di Sayur Selada

Maulana RJ • Senin, 29 September 2025 | 14:05 WIB
LANGSUNG DITANGANI: Muspika Kecamatan Semboro bersama Dinkes dan pengawas langsung melakukan pemeriksaan terhadap menu MBG yang diduga menyebabkan siswa di SDN Sidomekar 05 Semboro mual dan muntah.
LANGSUNG DITANGANI: Muspika Kecamatan Semboro bersama Dinkes dan pengawas langsung melakukan pemeriksaan terhadap menu MBG yang diduga menyebabkan siswa di SDN Sidomekar 05 Semboro mual dan muntah.

Radar Jember – Sebanyak 16 siswa SDN Sidomekar 05, Kecamatan Semboro, sempat mual dan muntah setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat pagi (26/9).

Peristiwa ini diduga keracunan hingga belasan siswa itu perlu mendapatkan perawatan medis.

Hasil keterangan awal menyebutkan, kejadian itu bukan karena keracunan.

Penyebabnya diduga lantaran siswa melihat ulat kecil pada sayur selada yang menjadi bagian menu.

Meski demikian, Dinas Kesehatan turun langsung untuk mengambil sampel menu tersebut.

Salah satu wali murid, mengatakan, anaknya sempat dibawa ke puskesmas tetapi kondisinya membaik.

Dia menyebut, anaknya muntah setelah memakan menu MBG.

"Banyak yang dibawa ke Puskesmas Semboro. Kami berharap ini segera dievaluasi," ujarnya, Jumat siang.

Danposramil Semboro, Peltu Suryo Hadi, menegaskan, dugaan keracunan belum bisa dipastikan.

“Sampel makanan sudah dibawa petugas Dinkes untuk uji laboratorium,” katanya.

Pengawas SD Kecamatan Semboro, Heni Trirahmawati, menepis anggapan keracunan.

Kemungkinan keracunan, kata dia, sangat kecil.

Sebab tidak semua siswa yang memakan menu itu bergejala mual dan muntah.

Ia menjelaskan, dari seluruh sekolah penerima MBG di wilayahnya, hanya satu sekolah yang mengalami masalah.

Ia menyebut makanan MBG diolah di dapur yang sama dengan sekolah lain, tetapi hanya di SDN tersebut ada kasus mual dan muntah.

Menurutnya, hal itu memperkuat dugaan bukan keracunan massal.

Pihaknya memastikan penanganan sudah dilakukan dengan cepat.

Heni mengatakan, gejala mual dan muntah itu terjadi karena faktor psikis anak-anak.

“Namanya anak-anak, lihat ulat di sayur bisa jadi pikirannya macam-macam. Beberapa dari mereka ketika kami tanya ada yang belum sarapan juga,” jelasnya.

Heni menambahkan, ke depan pengawasan akan lebih ketat mulai dari penerimaan makanan di sekolah.

Bahkan guru diminta memastikan lebih dulu sebelum dibagikan ke siswa.

“Kami sudah koordinasi dengan dapur agar kualitas makin baik,” katanya.

Ia berharap, kejadian ini menjadi pembelajaran bersama agar program MBG tetap berjalan lancar.

“Intinya bukan keracunan, hanya mual ringan dan semua anak sudah sehat,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Akhmad Helmi Luqman menyampaikan, pihaknya telah melakukan visitasi ke SDN Sidomekar 5 Semboro terkait laporan dugaan keracunan makanan program MBG.

Berdasarkan data awal, terdapat 16 siswa usia 8–12 tahun yang mengalami keluhan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG itu.

Dari jumlah itu, 11 siswa ditangani di UKS sekolah, sementara lima lainnya dirujuk ke Puskesmas Semboro untuk observasi.

“Seluruh pasien dalam kondisi rawat jalan dan tidak ada yang sampai opname,” ujarnya.

Dinkes menindaklanjuti dengan visitasi ke SPPG dan pemeriksaan terhadap sisa makanan yang dikonsumsi siswa.

Pemeriksaan dilakukan pukul 14.00 dan hasil awal menunjukkan makanan tidak dalam kondisi kedaluwarsa.

Ia menegaskan, pemantauan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kasus lanjutan.

"Kami akan tetap melakukan uji laboratorium untuk memastikan apakah makanan itu mengandung zat berbahaya atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait angkat bicara terkait kasus menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga telah basi, namun disajikan kepada siswa di Kecamatan Patrang, Jumat (26/9).

Saat melangsungkan Program Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru, Jumat malam (26/9), Gus Fawait mengaku belum memperoleh informasi detail terkait kabar tersebut.

Ia menahan berkomentar lebih jauh sebelum memastikan langsung ke sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku vendor MBG terkait.

Kendati begitu, ia memastikan program MBG ini akan membawa dampak pada perputaran ekonomi yang luar biasa jika telah berjalan lancar.

Ia juga memastikan pemerintah daerah telah membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG untuk mengawal pembentukan dan pelaksanaan SPPG di beberapa daerah/kecamatan di Jember. (kin/mau/nur)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Dinkes Jember #Mbg #MBG Basi #keracunan mbg #Makan Bergizi Gratis #Bupati Jember #Gus Fawait