Radar Jember – Gedung Ir Soekarno Universitas Jember (Unej) selama ini dikenal sebagai rumah besar bagi puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).
Hampir setiap hari derap langkah mahasiswa melaksanakan kegiatan yang didominasi oleh olahraga.
Aktivitas di gedung ini sebenarnya padat, hampir tiap malam tak pernah benar-benar sepi.
Rapat organisasi, latihan, sampai persiapan lomba, berlangsung di ruangan-ruangan berjajar bahkan meluber hingga halaman.
Namun, banyaknya ruangan dengan pintu terpisah menyisakan celah pengawasan.
Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan dua mahasiswa baru yang digerebek pada 17 September lalu karena kedapatan berbuat tak senonoh.
Seperti diketahui, aksi itu dilakukan malam hari di lantai tiga.
Dari keterangan pihak keamanan, gelagat mencurigakan sebenarnya sudah lama terlihat.
Hingga akhirnya kecurigaan itu terbukti saat pintu ruangan terkunci rapat dalam waktu lama dan berbuntut penggerebekan.
Kasus ini sontak membuat nama gedung Ir Soekarno tercoreng.
Gedung yang mestinya menjadi ruang tumbuh kreativitas mahasiswa justru dimanfaatkan untuk hal yang mencoreng.
Hingga kemarin (26/9), dua sejoli berinisial MB dan AR masih dalam proses pemeriksaan oleh tim etik Fakultas Pertanian.
Hasil investigasi akan dibahas di tingkat senat fakultas sebelum akhirnya diputuskan di tingkat universitas.
Wakil Ketua Humas Unej Iim Fahmi Ilman menegaskan, pihak kampus menyerahkan seluruh proses pada mekanisme etik yang berlaku.
“Keputusan sanksi nantinya akan diserahkan kepada Rektorat,” ujarnya.
Pihaknya juga menyebut akan memperketat pengawasan di Gedung Ir Soekarno agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sebab, gedung UKM harus tetap menjadi ruang produktif, bukan dimanfaatkan untuk hal yang merugikan. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh