Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dulu Ditolak Warga! Rumah Pintar Samsul Hadi Kini Jadi Cahaya Baru bagi Anak Tak Sekolah di Jember

Sidkin • Jumat, 26 September 2025 | 14:00 WIB
INSPIRATOR: Samsul Hadi Saputra, pendiri Rumah Pintar di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Dia juga menjadi Ketua DPD FK PKBM Jember periode 2025-2030.
INSPIRATOR: Samsul Hadi Saputra, pendiri Rumah Pintar di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo. Dia juga menjadi Ketua DPD FK PKBM Jember periode 2025-2030.

Radar Jember - Di tengah hamparan sawah dan tak jauh dari kandang ayam, berdiri bangunan sederhana dengan papan nama Rumah Pintar.

Dari luar tak tampak seperti lembaga pendidikan formal.

Namun, di ruang sederhana itu, puluhan anak dan orang dewasa menemukan harapan baru.

Rumah Pintar lahir dari kegelisahan seorang pemuda Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Samsul Hadi Saputra.

Ia menyaksikan sendiri betapa sulitnya memutus mata rantai anak tidak sekolah (ATS).

Faktor ekonomi hingga pernikahan dini membuat banyak remaja kehilangan kesempatan belajar.

Awalnya, tahun 2014, Rumah Pintar hanya berupa rumah baca di ruang tamu orang tuanya.

Beberapa rak buku dipajang, anak-anak pun berdesakan untuk bisa belajar.

Antusiasme itu mendorong Samsul mewakafkan tanah keluarganya.

Dua tahun kemudian, Samsul mewakafkan tanah keluarga untuk membangun ruang kelas permanen.

Sejak itu, Rumah Pintar resmi bertransformasi menjadi Taman Baca Masyarakat (TBM) dengan program Sekolah Alam.

Namun, tantangan besar menghadang.

Pertama, masyarakat desa hanya mengenal sekolah formal dan pesantren.

TBM atau model pendidikan berbasis literasi dianggap asing.

“Awalnya banyak yang meremehkan. Mereka ragu ini bisa jadi lembaga pendidikan,” kenang Samsul.

Untuk menumbuhkan kepercayaan, ia mengandalkan prestasi anak-anak, dukungan tokoh publik, hingga kunjungan studi dari berbagai perguruan tinggi.

Selain itu, tantangan kedua lebih teknis: lokasi Rumah Pintar berdampingan dengan kandang ayam keluarga.

Sementara akses jalan belum tersedia.

Solusinya, Samsul membeli lahan tambahan dan mewakafkannya untuk akses jalan.

Kandang ayam pun direvitalisasi menjadi kandang modern tanpa bau.

Bahkan, limbahnya diolah jadi pupuk organik yang dikirim ke Kintamani, Bali.

Perjalanan Rumah Pintar penuh lika-liku.

Tahun 2020, pandemi Covid-19 membuat aktivitas terhenti.

Pasca 2021, Samsul bangkit kembali.

Dia membawa Rumah Pintar naik kelas menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Perjalanan itu pun tidak mulus, namun ia terus berjuang. Bersambung. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Anak Tidak Sekolah ATS #jember banyuwangi #pkbm #rumah pintar #tbm #rumah baca