Radar Jember – Realisasi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan.
Salah satunya dengan memulai persiapan dapur MBG di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.
Sejak Selasa (23/9), ada puluhan orang yang akan bertugas memproduksi makanan di dapur tersebut mendapat pembekalan intensif.
Pembekalan meliputi manajemen tim hingga tata kelola produksi makanan saji yang higienis.
Para relawan juga dilatih memaksimalkan penggunaan peralatan dapur yang sudah disediakan.
Harapannya, proses produksi bisa berjalan efektif, cepat, dan tetap menjaga kualitas gizi makanan yang akan disalurkan.
Dinas Kesehatan, chef, serta Yayasan Nusantara Alam Abadi memberikan materi secara langsung tentang standar kebersihan, pola penyajian, dan pengaturan alur kerja dapur.
Dengan begitu, para relawan bisa bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan.
Kepala SPPG Desa Wonoasri Ahmad Saiful Rizal mengatakan, jumlah orang yang disiapkan mencapai sekitar 50 orang.
“Mereka ini terdiri atas warga setempat yang siap membantu produksi dan distribusi makanan. Dengan pembekalan ini, kami ingin memastikan setiap relawan memahami tugasnya masing-masing,” ujarnya.
Ketua Yayasan Nusantara Alam Abadi Roy Marjuk menyebut, kesiapan warga sudah nyaris sempurna.
Ia optimistis dapur MBG di Wonoasri bisa segera beroperasi.
“Kesiapan dapur maupun SDM sudah sangat baik. Tinggal menunggu waktu distribusi, dan kami siap mendukung penuh,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Wonoasri, Meseran menegaskan, keberadaan dapur MBG tidak hanya fokus pada penanganan stunting dan pemenuhan gizi bagi siswa maupun ibu hamil.
Menurutnya, program ini juga memberi dampak ekonomi bagi warga setempat.
“Relawan yang terlibat adalah warga sendiri. Jadi selain bermanfaat untuk kesehatan, ada nilai pemberdayaan ekonomi lokal,” terangnya.
Ia berharap kehadiran dapur MBG bisa menjadi langkah nyata mempercepat penurunan angka stunting di Wonoasri.
“Kalau warga sehat dan gizi anak terjaga, pembangunan desa juga akan lebih maju,” tambahnya.
Pihaknya menargetkan 30 September mendatang, dapur MBG di Wonoasri segera beroperasi penuh.
Dengan dukungan peralatan yang memadai dan relawan yang terlatih, diharapkan distribusi makanan bergizi gratis bisa berjalan lancar dan tepat sasaran.
Sementara itu, penting diketahui, program MBG menjadi salah satu program pemerintah yang lamban.
Dulunya, MBG disebut akan jalan pada Januari-Februari 2025.
Namun, diundur saat bulan puasa.
Mundur lagi setelah Hari Raya Idul Fitri dan program ini terus-terusan mundur.
Salah satu penyebabnya karena ketidaksiapan sistem dan program. Sehingga, sampai 24 September 2025, mayoritas siswa belum menerima program MBG.
Khusus di Jember, bisa dibilang, progres program MBG ini tak sampai 10 persen yang sudah jalan, dari target 450-an ribu siswa, mulai PAUD sampai SMA sederajat. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh