Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sembilan Hari Pasca Tragedi Bus Bromo, Tinggal Satu Korban yang Masih Dirawat Intensif di ICU RSBS Jember

Sidkin • Rabu, 24 September 2025 | 14:00 WIB
"Riyanti sudah mulai bisa tersenyum. Rasa sakit yang sempat dirasakannya di sekujur tubuh juga perlahan berkurang." dr Faida, Owner RSBS Jember.
"Riyanti sudah mulai bisa tersenyum. Rasa sakit yang sempat dirasakannya di sekujur tubuh juga perlahan berkurang." dr Faida, Owner RSBS Jember.

Radar Jember – Hampir seluruh korban kecelakaan bus rombongan RS Bina Sehat (RSBS) Jember di jalur wisata Bromo, Probolinggo, kini menunjukkan perkembangan positif.

Sembilan hari setelah tragedi yang merenggut sembilan nyawa tersebut, tinggal dua pasien yang masih dirawat di RSBS Jember.

Keduanya adalah Tri Kokoh, perawat Ruang Sabar, dan Riyanti Elminingtyas, perawat IGD.

Owner RSBS Jember, dr Faida, menyampaikan, kondisi keduanya semakin membaik.

Tri Kokoh yang sebelumnya dirawat intensif di ruang ICU kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

Sementara itu, Riyanti masih berada di ICU, namun menunjukkan progres yang cukup signifikan.

"Riyanti sudah mulai bisa tersenyum. Rasa sakit yang sempat dirasakannya di sekujur tubuh juga perlahan berkurang,” ujar dr Faida, kemarin.

Sebelumnya, Riyanti tidak diberi tahu bahwa anaknya telah meninggal dunia.

Namun, Riyanti sempat memaksa ingin melakukan video call untuk memastikan kondisi anaknya.

Saat itulah, sang suami akhirnya memberitahukan bahwa anak mereka termasuk korban yang meninggal di tempat.

Meski berat, ia menerimanya dengan tabah.

Secara medis, perkembangan Riyanti juga menggembirakan.

Kedua tangannya yang patah dan telah menjalani operasi kini mulai dilatih untuk digerakkan.

Tulang rusuk yang retak pun sudah ditangani dengan tindakan operasi.

Lalu, beberapa selang bantu pernapasan maupun perawatan lain juga mulai dilepas.

Faida menegaskan, tim medis terus memberikan pendampingan intensif, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dukungan psikologis.

“Korban luka bukan hanya mendapatkan perawatan medis, tetapi kami juga memberikan layanan psikologis melalui trauma healing agar mereka pulih dari trauma,” jelasnya.

Dengan kondisi yang terus membaik, pihaknya berharap, dalam waktu dekat seluruh pasien bisa segera pulih.

Baik karyawan RSBS maupun keluarga karyawan yang menjadi korban.

Sehingga mereka bisa kembali berkumpul bersama keluarga dan melanjutkan aktivitas sehari-hari. (kin/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #jalur wisata bromo #Faida #Laka Bus #RS Bina Sehat #RSBS