Radar Jember - Alun-Alun Jember yang baru selesai dibangun akhir tahun lalu terus menuai banyak keluhan.
Sejumlah fasilitas, terutama di area MCK, mengalami kerusakan meski usianya belum genap setahun.
Laporan masuk melalui kanal Wadul Gus mencatat keluhan berulang, mulai dari keran patah, urinoir jebol, hingga saluran mampet.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jember Rudi Rahmawan menyebut, kerusakan tersebut bukan akibat kualitas bangunan.
“Biasanya malam masih bagus, tapi pagi sudah rusak. Lagi pula kalau pemakaian normal, tidak mungkin patah atau jebol. Jadi ini jelas karena kesengajaan,” ujarnya.
Menurut Rudi, penjagaan alun-alun sebenarnya berlangsung ketat dengan sistem tiga sif.
Pada pagi hari ada 11 petugas kebersihan dan perawat taman.
Siang dan sore masing-masing enam orang.
Sementara malam hari hanya dijaga dua petugas, ditambah mandor yang berkeliling.
“Dua orang tidak mungkin bisa terus standby di lokasi MCK. Pernah juga ada ODGJ yang coba merusak fasilitas,” tambahnya.
Soal perbaikan, kerusakan yang tidak mendesak langsung dilaporkan kepada pengembang karena alun-alun masih dalam masa pemeliharaan pengembang.
Ada tiga pihak yang terlibat dalam pembangunan, yakni PT Joglo Multiayu untuk pekerjaan utama alun-alun, CV Sudut untuk menara air, serta PT Wiratama Graha Raharja untuk videotron.
“Kalau kerusakan minor seperti keran patah dan butuh cepat, langsung tertangani oleh pihak pengembang. Namun, kerusakan seperti itu terjadi berulang” jelas Rudi.
Untuk meminimalisir kerusakan fasilitas MCK, DPRKPCK berencana memasang CCTV di titik rawan, terutama dua unit di area MCK.
Harapannya, rekaman tersebut bisa memantau gerak-gerik pelaku perusakan sekaligus mengawasi kedisiplinan petugas lapangan.
Rudi menegaskan, alun-alun dibangun dengan dana publik yang tidak kecil.
Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga fasilitas yang ada.
“Kalau hanya mengandalkan petugas, tidak akan cukup. Partisipasi warga sangat penting. Jangan sampai bangunan yang baru yang juga icon Jember ini rusak karena ulah segelintir orang,” tegasnya. (yul/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh