Radar Jember - Pedagang kaki lima (PKL) yang biasa melapak di sekitar Alun-Alun Jember ini sempat mengusik Pendapa Wahyawibawagraha.
Dalam kesempatan menyampaikan progres kinerjanya secara terbuka bertajuk Pro Guse, Bupati Jember Muhammad Fawait sempat menyatakan tidak akan sampai hati menertibkan PKL dengan cara menggusur.
"Kalau yang mengusulkan ke kami banyak, tapi kami tidak bisa seketika menertibkan. Ini urusan perut, mereka juga punya keluarga," kata Gus Fawait, sapaan dia.
Meski enggan menggusur, Gus Fawait sempat mengemukakan bahwa ia ingin menata kawasan alun-alun lebih teratur, namun tetap mengakomodasi PKL.
Salah satu solusi yang ditawarkannya yakni pembangunan kawasan street food yang ditempatkan di Jalan Kartini, sebelah alun-alun.
Skema ini diharapkan menampung PKL dan menata ke dalam satu area yang lebih terorganisir sekaligus menjadikan kawasan surga kuliner, aneka cemilan, suvenir, atau tongkrongan.
Ia mencontohkan seperti halnya di Malioboro, Yogyakarta.
Meski hari ini belum diketahui bentuknya, ia menargetkan rencana itu terealisasi di akhir tahun.
"Kami menyiapkan di Jalan Kartini, insyaallah akhir tahun 2025 kami akan buat food street, kita bikin jalan seperti Malioboro, misalnya," katanya. (nur)
Editor : Imron Hidayatullahh