Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dulu Megah dengan Anggaran Rp 24 Miliar, Kini Alun-Alun Jember Mulai Dipenuhi PKL yang Buka Lapak

Maulana RJ • Senin, 22 September 2025 | 13:15 WIB
Pemandangan salah satu PKL yang masuk ke dalam kawasan Alun-Alun Jember. Tepatnya saat perhelatan MTQ Jatim yang menjadi Alun-alun sebagai salah satu venue termegahnya, pekan lalu (15/9).
Pemandangan salah satu PKL yang masuk ke dalam kawasan Alun-Alun Jember. Tepatnya saat perhelatan MTQ Jatim yang menjadi Alun-alun sebagai salah satu venue termegahnya, pekan lalu (15/9).

Radar Jember - Alun-Alun Jember tak sekedar kebanggaan, namun juga perwajahan estetika kota.

Namun kesan megah yang dulu dijaga ketat, justru mulai banyak diserbu pedagang.

Bila dibiarkan, maka PKL lain bisa jadi iri jualan lagi di kawasan itu.

Alun-alun yang berada di jantung kota Jember ini menjadi satu-satunya pusat kegiatan masyarakat dan pemerintahan yang nyaris tidak pernah sepi, 24 jam nonstop.

Tahun 2024 lalu, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran Rp 24 miliar lebih dari APBD Jember, untuk membuat wajah alun-alun bersolek hingga 80 persen dari sebelumnya.

Dana segar itu cukup sukses membuat Alun-alun tampil lebih segar dan megah, dengan aneka peremajaan.

Mulai dari landscape, videotron, jogging track, logo Garuda, hingga beberapa ornamen lainnya.

Namun persoalan laten sepertinya belum tertangani dengan baik, yakni penataan pedagang kaki lima (PKL) yang belakangan semakin bebas lalu lalang.

Bahkan mereka membuka lapak di dalam area alun-alun.

"Satu sisi memudahkan pengunjung bisa beli-beli lebih dekat, tapi memang kesannya kurang tertata kalau harus masuk," kata Riski Firmansyah, pengunjung alun-alun saat gelaran MTQ Jatim di Jember (15/9).

Menurut Riski, saat event akbar seperti MTQ itu, menjadi peluang emas bagi PKL.

Kendati begitu, ia berharap tidak meninggalkan kesan yang kurang baik di mata masyarakat luar Jember.

Lain halnya dengan Ayu Ashari, salah satu pengunjung Alun-alun saat gelaran MTQ itu.

Menurut dia, PKL atau asongan sama-sama warga Jember yang hendak mencari rezeki.

"Alun-alun wajar selalu rame, yang olahraga, nongkrong, yang jualan. Menurut saya bagaimana soal penataan saja, karena yang datang saat event-event seperti MTQ ini kan banyak, se-Jatim," kata warga Ajung itu.

Nah, apabila kondisi yang demikian, PKL dibiarkan masuk dan tidak ditindak tegas, maka PKL lain bisa jadi akan iri dan akan ikut-ikutan berjualan di Alun-Alun Jember.

Untuk itu, tindakan tegas untuk mencegah dan menjaga Alun-Alun Jember patut dilakukan tanpa pandang bulu. (mau/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #alun-alun Jember #APBD Jember #PKL #Jember Nusantara