Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Perempuan Lansia Ditemukan Meninggal di Rumah Wonoasri Tempurejo Jember, Berikut Fakta-faktanya

M Adhi Surya • Sabtu, 20 September 2025 | 22:46 WIB

SIGAP : Petugas kepolisian olah TKP penemuan mayat di dalam rumah warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.
SIGAP : Petugas kepolisian olah TKP penemuan mayat di dalam rumah warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo.

TEMPUREJO – Warga Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo digegerkan dengan penemuan dua perempuan lansia yang sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya, Jumat (19/9) siang. 

Kedua korban diketahui bernama Rupiyani,65, dan Paerah,85, Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di ruangan berbeda, dengan tubuh yang sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.

Penemuan itu bermula sekitar pukul 11.00, saat tetangga korban, Aminah dan Puji, bermaksud mengajak Rupiyani menghadiri acara pernikahan.

Namun, setelah dipanggil berulang kali, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Kecurigaan semakin kuat karena rumah korban terlihat sepi.

Akhirnya, keduanya bertemu Suprapto, warga yang baru pulang dari salat Jumat. 

Bersama seorang warga lain, Suprapto masuk ke rumah korban melalui pintu belakang. 

Mereka kaget ketika mendapati Rupiyani sudah tergeletak tidak bernyawa di pintu dapur.

Setelah dicek lebih jauh, korban Paerah juga ditemukan dalam kondisi serupa di kamar tengah.

Berdasarkan keterangan saksi, Paerah diketahui sudah lama menderita sakit stroke sejak 2023 dan dirawat oleh Rupiyani. 

Sementara Rupiyani sendiri juga mengidap sakit vertigo sejak Januari 2025. “Keduanya memang sakit-sakitan. Rupiyani merawat Bu Paerah sehari-hari,” ujar salah satu saksi di lokasi.

Informasi lain datang dari Sugiyanto, kerabat korban. Ia sempat berkunjung pada Sabtu (14/9) malam. 

Saat itu kondisi keduanya masih sehat. “Saya ngobrol dengan Bu Rupiyani sekitar setengah jam, masih sehat. Tidak menyangka akhirnya seperti ini,” katanya.

Petugas Polsek Tempurejo yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Identitas saksi-saksi dicatat, dan koordinasi dilakukan dengan pihak Puskesmas Curahnongko serta perangkat desa setempat.

Meski demikian, keluarga korban melalui Sugiyanto menolak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik visum luar maupun autopsi. 

Mereka memilih agar jenazah langsung dimakamkan di TPU Dusun Kraton, Desa Wonoasri. Polisi pun menghormati keputusan keluarga tersebut.

Kapolsek Tempurejo, AKP Heri Supadmo membenarkan peristiwa itu. “Kami sudah mendatangi TKP, mencatat saksi. Proses pemakaman diserahkan kepada pihak keluarga karena menolak pemeriksaan medis,” pungkasnya. (dhi)

Editor : M. Ainul Budi
#tempurejo #Jember #Penemuan Mayat #polsek