Radar Jember - Kamar operasi sudah disiapkan, tim medis sudah menunggu.
Namun takdir berkata lain.
Betty, perawat ruang Ihsan RS Bina Sehat, mengembuskan napas terakhir sebelum sempat menjalani operasi.
Suasana duka kembali menyelimuti keluarga besar RS Bina Sehat (RSBS) Jember.
Selasa (16/9/2025) petang, kabar kehilangan itu datang dari ruang ICU rumah sakit yang selama ini menjadi tempat Betty Nurcahya Kusumawardani mengabdikan diri.
Perawat ruang Ihsan yang akrab disapa Betty itu, meninggal dunia usai melawan cedera otak berat akibat kecelakaan bus rombongan RSBS di Jalur Bromo, Probolinggo.
Waktu seolah berhenti pada pukul 17.58.
Betty meninggal sebelum sempat menjalani operasi.
“(Korban, Red) belum sempat dibawa ke kamar operasi yang sudah siap timnya. Namun kondisi menurun,” tutur dr Faida, owner RSBS, yang sejak awal memimpin proses evakuasi para korban.
Malam sebelumnya, keluarga besar rumah sakit baru saja menuntaskan doa dan tahlil bersama untuk delapan korban meninggal.
Takdir kemudian menambah satu nama lagi yang meninggal dunia.
Betty sebelumnya sempat dirawat di RS Moh. Saleh Kota Probolinggo seusai kecelakaan.
Pemindahan itu dikawal ketat kepolisian dibantu tim medis lengkap serta ambulans dari RS Al-Huda Banyuwangi.
Saat itu korban dalam keadaan kritis dengan bantuan ventilator.
Bagi rekan sejawat, kepergian Betty adalah kehilangan besar.
dr Hana, dokter spesialis penyakit dalam RSBS, menyebut Betty sebagai sosok yang lembut dan penuh dedikasi.
“Di balik senyum lembut dan tangan yang penuh kasih, Mbak Betty bak malaikat pelindung bagi pasien-pasiennya. Ia sabar, telaten, dan selalu tulus. Kehilangannya meninggalkan kekosongan yang sulit terisi,” tutur Hana kepada Jawa Pos Radar Jember.
Betty tidak hanya seorang perawat.
Ia adalah anak dari sepasang orang tua yang kini harus menelan pahitnya perpisahan.
Ia juga seorang ibu dari tiga buah hati: dua putra kembar dan satu putri yang masih membutuhkan kasih sayangnya.
Namun, perjalanan hidupnya terhenti mendadak di usia pengabdian terbaik.
Malam itu, jenazah Betty dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Glundengan Pledo, Desa Suci, Kecamatan Panti, sekitar pukul 22.00.
Tangis keluarga dan rekan-rekannya mengiringi kepergian sosok yang begitu mereka cintai.
Dengan meninggalnya Betty, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus yang membawa rombongan pegawai RSBS usai rekreasi ke Bromo bertambah menjadi sembilan orang.
Daftar nama itu kini tertulis pilu: mulai dari anak-anak, perawat, hingga pasangan hidup yang ikut terenggut dalam tragedi.
Namun di balik duka, ada jejak yang tak akan pernah hilang.
Dedikasi Betty selama bertahun-tahun sebagai perawat akan tetap hidup dalam ingatan pasien-pasien yang pernah ia rawat.
Juga dalam hati rekan sejawat yang mengenalnya.
“Semoga kenangan indah tentang dirinya akan terus menjadi inspirasi bagi kita semua,” pungkas Hana. (nur)
Editor : Imron Hidayatullahh